Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Perbaikan Jalan Imam Bonjol di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, berdampak pada kemacetan. Kondisi ini menuai tanggapan pro dan kontra dari warganet Tangerang.
Pasalnya, perbaikan jalan tersebut menimbulkan padatnya lalu lintas lantaran akses jalan yang menjadi sempit.
Sistem buka-tutup jalur pun diberlakukan untuk mengurai kendaraan yang berebutan ingin melintas.
Perbaikan tersebut berupa peningkatan kualitas jalan dari aspal ke betonisasi setinggi 30 sentimeter.
Adapun pengerjaannya diperkirakan selama 120 hari, yakni mulai 30 September sampai 29 Desember 2022.
Baca juga: Segera Diperbaiki, Pemkab Minta Emak-emak Blokir Jalan Rusak Sindang Jaya Tangerang Sabar
Jalan tersebut merupakan salah satu akses jalan yang sering ramai dilintasi terutama di jam-jam sibuk lalulintas seperti pagi dan sore.
Sontak hal tersebut menuai pro dan kontra warganet Tangerang yang sering melintasi jalan tersebut.
Beberapa warganet mendukung adanya perbaikan tersebut karena nantinya ketika telah selesai pun akan dinikmati oleh seluruh pengguna jalan.
Namun, tak sedikit pula yang mengeluhkan kondisi kemacetan yang disebabkannya.
“gpp bentar doang ngrasain macet2annya…jalan udah jadi yg ngerasain enak dan nyamannya juga lu lu pada, pada ngedumel aja heran,” tulis warganet di postingan akun Instagram @abouttng, Jumat, 14 Oktober 2022.
“gara-gara jalanan ini (jadi) telat;” timpal warganet lain.
“Proyek akhir tahun. Tiap akhir taun ada aja yg di bongkar jalanan,” ujar warganet.
“Sabarlah kau kira COR jalan kyk bikin KUE, jalan mau diperbaiki ngoceh, jalan rusak ngoceh, ente aja yg bangun kalo gitu sehari bisa gak,” tukas warganet lainnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews