Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Program ‘Belanja Dibayarin’ yang digelar Pasar Modern Banjar Wijaya di Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Desember 2022 lalu, berhasil membantu pemerintah dalam mengurangi beban masyarakat, agar tidak terdampak inflasi.
Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Pasar Modern Banjar Wijaya, Ilham Wahyudi kepada media, Jumat 6 Januari 2023.
Program yang digagas untuk menarik para pelanggan tersebut, rupanya tidak hanya mampu mendatangkan pelanggan baru untuk Pasar Modern Banjar Wijaya, tetapi juga pelanggan merasa diskon yang diberikan dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru itu mampu membantu perekonomian mereka.
“Kami bersyukur program Belanja Dibayarin ini disambut oleh pelanggan dan terutama pemerintah tentunya, kami dapat membantu tekan masyarakat yang terdampak inflasi,” jelas Ilham.
Kemeriahan event ‘Belanja Dibayarin’ itu berujung pada pemberian door prize kepada para pelanggan.
“Sekitar 700 vouhcer potongan belanja Rp20 ribu dan 300 untuk kupon Rp35 ribu sudah kita sebar dari jauh-jauh hari. Hasilnya, dapat menyerap kebutuhan rumah tangga pelanggan. Kami akan terus melakukan program yang baik ini di kemudian hari, agar dapat membantu pelanggan dan terutama pedagang kami,” terang Ilham.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGWarga di kawasan GOR Rawa Kambing, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dibuat panik setelah lingkungannya tiba-tiba tergenang air usai hujan deras pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews