Connect With Us

Cheng Beng, Pemakaman Tanah Gocap Dipadati Peziarah

| Minggu, 3 April 2011 | 17:55

asyarakat tionghoa dari berbagai daerah kembali meramaikan Komplek Pemakaman Tanah Gocap, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, untuk melaksanakan Cheng Beng atau ziarah kubur (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Masyarakat tionghoaa dari berbagai daerah kembali meramaikan Komplek Pemakaman Tanah Gocap, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, untuk melaksanakan Cheng Beng atau ziarah kubur, pada minggu (3/4). Cheng Beng sendiri merupakan ritual atau sembahyang kubur untuk menghormati leluhurnya. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1-5 April.
 
Kepadatan terlihat sejak pukul 08.00 WIB. Para peziarah bersama keluarga datang beramai-ramai dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Menurut salah satu peziarah, Ari Lie, ritual Cheng Beng selau dilakukan masyarakat Tionghoa secara turun temurun setiap tahunnya. “Hal ini dilakukan untuk mendoakan, arwah orang tua, keluarga dan leluhur yang lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Ari menjelaskan, biasanya ritual yang dilakukan adalan memeberikan saji-sajian, uang kertas yang biasanya dipergunakan untuk sembahyang. Sesaji ini diletakkan di altar didepan makam leluhur masih-masing keluarga.  Selanjutnya, dilanjutkan dengan berdoa untuk leluhur. “Kita membakar hio dan berdoa meminta leluhur kita selalu dalam lindungan Tuhan dan memberikan kebahagiaan bagi mereka di alam sana,” katanya.

Untuk di bagian akhir, kata Ari, ia akan membakar semacam rumah yang dibentuk dari kertas. Ia mengaku xiarah kubur semacam ini menghabiskan cukup banyak dana. “Dana ini untuk membeli perlengkapan ziarah seperti kertas sembahyang, sesajian dan lainnya,” tuturnya.(RAZ)

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill