Connect With Us

Cerita Pengelola Mall @ Alam Sutera Tangerang Berusaha Tak PHK Karyawan saat Pandemi Covid-19

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 10 Juni 2023 | 17:35

Mall @Alam Sutera (Sumber Google / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com- Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Tangerang, Mall @ Alam Sutera kian sepi pengunjung imbas pandemi Covid-19. Bahkan, sejumlah kiosnya telah tutup.

Direktur Mall @ Alam Sutera Hendra Tirtawinata mengungkapkan, saat pandemi Covid-19 mal tidak dapat beroperasi lantaran harus ditutup berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Berjalan tanpa diperbolehkan menerima pengunjung, sejumlah kios yang tidak mampu bertahan pun terpaksa tutup.

"Ketika kena pandemi kemarin, kita kena tutup tidak boleh buka beberapa bulan oleh peraturan pemerintah. Ketika kita tutup, income kita kan nol (0), nggak ada income. Karena kan gedungnya tutup nggak boleh beroperasi," ujar Hendra dikutip dari detik.com, Sabtu, 10 Juni 2023.

Meski tutup, Hendra mengaku masih perlu menggelontorkan dana guna merawat dan menjaga keamanan gedung sehingga nantinya siap untuk kembali dibuka.

"Kan nggak mungkin saya biarkan kaya gedung nggak penghuni, pas saya ingin buka lagi gimana? Jadi post (pengeluaran mal) gede," bebernya.

Hendra menuturkan, pengeluaran paling besar berasal dari biaya listrik walaupun saat itu kondisi mal masih tutup sehingga cukup membebani.

Kendati demikian, Hendra menyebut pihak manajemen mal berusaha keras untuk tidak melakukan PHK massal seperti kebanyakan industri bisnis saat pandemi Covid-19.

"Karyawannya kan saya jaga jangan sampai kena PHK. Karyawan mal saya, kecuali karena mereka resign sendiri ya, tapi yang gara-gara pandemi terus kita kurangi itu enggak. Kita pertahankan semaksimal mungkin, jadi boleh dibayangkan beban kita begitu besar," jelasnya.

Usai kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah dicabut oleh pemerintah, kondisi mal @ Alam Sutera mulai membaik secara perlahan.

"Sejak pandemi (kondisi darurat Covid-19) dicabut, kewajiban pakai masker kan juga udah dicabut, itu kan membuat orang jauh lebih nyaman (berkunjung ke mal)," ucapnya.

Bahkan, pada akhir pekan memperoleh kurang lebih 20 ribu pengunjung jauh meningkat dibandingkan pada tahun lalu saat pandemi Covid-19.

Saat ini, mal sedang melakukan renovasi secara bertahap guna mempersiapkan kios-kios baru yang akan segera menempati Mall @ Alam Sutera..

Menurut Hendra, tingkat okupansi mal saat ini sudah berada di kisaran 60 persen dan akan terus meningkat seiring masuknya para kios-kios tersebut hingga berkisar 75 persen.

"Karena (saat ini) dalam proses transisi. Jadi dalam proses transisi ini kalau di mal kan kita lakukan bertahap. Karena kan saya juga harus realistis ya, kalau saya renovasinya sekaligus, sama aja kaya saya bikin mal baru dong dananya juga," katanya.

BISNIS
Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20

Meledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.

BANDARA
Bandara Soekarno-Hatta Sabet Gelar Bandara Terbersih di Asia Pasifik

Bandara Soekarno-Hatta Sabet Gelar Bandara Terbersih di Asia Pasifik

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:42

Pencapaian paling mencolok tahun ini adalah keberhasilan Bandara Soekarno-Hatta meraih gelar Best Airports: Cleanest Airport in Asia-Pacific (bandara terbersih) untuk pertama kalinya dalam sejarah.

BANTEN
Polda Banten Sikat 54 Tersangka Narkoba Sepanjang Januari-Februari, Total Barbuk Senilai Rp4,8 Miliar

Polda Banten Sikat 54 Tersangka Narkoba Sepanjang Januari-Februari, Total Barbuk Senilai Rp4,8 Miliar

Jumat, 27 Februari 2026 | 15:08

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten mengungkap 35 kasus narkoba dengan total 54 tersangka dalam kurun waktu dua Januari–Februari 2026.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill