Connect With Us

Kasus Bocah Tewas Jatuh dari Apartemen Modernland, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Orang Tua

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 20 September 2024 | 17:11

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait peristiwa bocah tujuh tahun yang tewas setelah terjatuh dari lantai 8 Apartemen Modernland di kawasan Kelapa Indah, Kota Tangerang, pada Senin 16 September 2024, lalu.

"Masih dilakukan pendalaman, apakah ada dugaan kelalaian atau peristiwanya seperti apa, masih didalami oleh teman-teman Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat 20 September 2024.

Sebelumnya, usai insiden tersebut, penyidik melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi, yakni orang tua korban berinisial F, 44, sekuriti apartemen berinisial ADJ, 34, dan ST, 28.

Jatuhnya bocah laki-laki berinisial B awalnya diketahui oleh sekuriti yang sedang berjaga di pos, lantaran mendengar suara seeprti benda terjatuh di area parkir apartemen.

Saat dicek ternyata korban ditemukan sudah tergeletak dengan posisi telungkup. Korban sempat dilarikan ke RSU Kota Tangerang, namun nyawanya tidak tertolong.

"Meninggal dunia, diduga terjatuh dari apartemen lantai 8," ungkap Ade Ary.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, korban terjatuh saat ditinggal orang tuanya.

"Ini terjadi saat orang tua korban sedang menjemput atau bapaknya korban menjemput ibunya (korban) atau istrinya. Sehingga meninggalkan korban seorang diri di dalam apartemen dalam kondisi apartemen terkunci," jelasnya.

Ade Ary itu juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Dia mengimbau kepada para orang tua agar lebih berhati-hati saat meninggalkan anaknya sendirian.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill