PSEL Jadi Magnet Investor, PLN Jamin Pembelian Listrik hingga 30 Tahun
Kamis, 23 Juli 2026 | 21:50
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyapa dan meninjau pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Jalan Palem Raya, Cibodas, Kota Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memohon maaf kepada masyarakat Tangerang lantaran kesulitan mendapatkan gas subsidi.
"Ibu-ibu saya minta maaf iya, sudah bikin ibu atau bapak mau ikut mengantri, mudah-mudahan program ini hanya sementara," ujar Bahlil, Selasa 04 Februari 2025.
Sementara itu, Bahlil juga ikut membantu warga saat mengantri untuk mengambil tabung gas melon dari truk pengangkut.
"Sini ibu, saya bantu hati-hati iya, mohon kasih jalan buat masyarakat, tolong ya kasih jalan," ungkapannya.
Dalam sidaknya, Menteri Bahlil didampingi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi ESDM Achmad Muchtasyar, dan Wali Kota Tangerang terpilih Sachrudin.
Sementara itu, Rini, Warga Cibodas menyampaikan keluhannya saat ikut mengantre gas elpiji 3 kilogram di agen tersebut.
"Kalau bisa bapak menteri ikut antre, biar ngerasain kaya kita, biar bikin kebijakan pemerintah dikaji dulu," ungkap Rini dengan nada kesal.
Rini menambahkan, antrean itu membuat kegiatan rumahnya terbengkalai, di tambah tempat usaha berpengaruh saat ke habisan gas elpiji.
"Kalau kita enggak ada gas, iya enggak jualan. Sudah tiga hari saya libur nih, hanya gara-gara gas elpiji," ujarnya.
Masih di katakan Rini, program seperti ini sangat menyusahkan masyarakat. Sebab beli gas ke agen membutuhkan waktu yang lama.
"Kasihan yang tinggal jauh, ikut antre di agen, kalau bisa di pengecer segera disediakan," imbuhnya.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
TODAY TAGBerbagai inovasi tekonologi karya anak bangsa dari sejumlah perguruan tinggi dipamerkan dalam ajang Banten Festival Teknologi 2026 yang dihelat oleh Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews