Shell V-Power Diesel Kembali Dijual di SPBU, Harga Tembus Rp30.890 per Liter
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:15
Setelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita lansia bernama Yonih, 62, meninggal dunia usai mengantre gas LPG 3 Kg, Senin 3 Februari 2025.
Warga Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan itu, diduga kelelahan setelah mencari gas melon, sampai harus antre hingga kemudian terjatuh saat menenteng dua tabung gas.
Sebelum insiden itu terjadi, Yonih yang berjualan nasi uduk ini hendak membeli gas untuk memasak dagangannya.
Warga melihatnya meninggalkan rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB, untuk menuju agen gas yang berjarak 300 meter dari rumahnya.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, Yonih terlihat sudah jalan sempoyongan sembari membawa dua tabung gas 3 Kg.
Ia sempat beristirahat duduk sebentar. Namun, tiba-tiba saja tubuhnya ambruk hingga ia tak sadarkan diri.
Korban sempat ditolong warga yang melihatnya pingsan dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Nahas, Yonik dinyatakan meninggal dunia pukul 13.30 WIB.
"Tidak ada gejala apa-apa. Sempat ngobrol sama saya soal gas, terus bilang infonya ada gas mau turun. Lalu dia siap-siap," kata Dedi, kerabat korban.
Dedi menduga Yonik kelelahan karena sudah melakukan banyak aktifitas sejak subuh untuk berjualan nasi uduk. Ditambah harus mencari tabung gas 3Kg yang membuatnya antre dan lama berdiri.
"Almarhum dari subuh sudah memasak nasi uduk dan jualan. Habis antre lalu kecapean, sempat duduk sebelum pulang. Enggak ada sakit sebelumnya," katanya.
Setelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews