Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Seorang warga Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, mengamuk kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akibat kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon, Selasa 04 Februari 2025.
Dari pantauan TangerangNews di lokasi seorang warga bernama Efendi, 57, itu emosi karena tidak bisa berjualan lantaran tak kunjung mendapatkan gas elpiji.
Dengan nada kesal, Efendi menyampaikan ia dan masyarakat saat ini mengalami kesusahan.
"Kapan nih Pak, kami mendapatkan gas elpiji dengan cepat. Tanpa mengantri sampai saat ini!" teriaknya kepada Bahlil.
Bahlil pun menghampiri warga tersebut untuk mendengarkan aspirasinya.
"Saya mendapatkan gas dengan harga mahal Pak. Kami butuh makan, saya butuh buat makan keluarga," ungkap Efendi.
Sementara itu, Bahlil menanggapi masukan warga dengan nada ringan. Ia menyampaikan akan memberikan solusi.
"Niat saya baik Pak. Tujuannya buat masyarakat biar lebih memudahkan dengan harga murah," ujar Bahlil.
Bahlil juga menyampaikan kepada warga bahwa untuk mengambil gas tidak perlu persyaratan KTP dan KK.
"Tidak ada persyaratan. Kita kasih ke warga permudah tidak ada kesulitan sama sekali," imbuhnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews