Mulai Dibangun, DPD RI Banten Bakal Punya Kantor Baru Senilai Rp10 Miliar
Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:14
Pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Banten mulai berlangsung di Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2026.
TANGERANGNEWS.com- PT Tangerang Nusantara Global (TNG) selaku pengelola Bus Tayo menegaskan seluruh operasional angkutan umum di Kota Tangerang tidak lagi menerima pembayaran tunai.
Penumpang hanya bisa membayar ongkos Rp2 ribu dengan metode nontunai yang dinilai lebih praktis dan modern.
Direktur Utama PT TNG Muhammad Rijal menjelaskan, sebagai gantinya masyarakat bisa memilih empat cara pembayaran digital.
Mulai dari scan QRIS menggunakan aplikasi dompet digital, tap kartu uang elektronik seperti e-Money atau Flazz, menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), hingga fitur terbaru yaitu Tap QRIS langsung lewat ponsel.
“Cara ini, lebih praktis dan efisien, cukup scan atau tap di mesin TOP yang tersedia di seluruh Bus Tayo,” ujar Rijal, Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurutnya, penggunaan pembayaran digital bukan hanya memudahkan penumpang, tapi juga memastikan setoran ongkos Rp2 ribu langsung masuk ke kas daerah maupun pengelola.
Kata dia, penumpang cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung fitur tersebut, lalu menempelkan ponsel ke mesin pembaca tanpa perlu memindai kode lagi.
Sementara itu, metode scan QRIS tetap tersedia dengan cara memindai kode yang ada di bus. Alternatif lainnya adalah kartu uang elektronik dari perbankan maupun KMT yang biasa digunakan di moda transportasi lain.
Pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Banten mulai berlangsung di Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2026.
TODAY TAGPolsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
1.918 butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer dalam operasi yang dilakukan di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews