Connect With Us

Lurah Sukasari Bantah Lakukan Money Politik

| Jumat, 21 Oktober 2011 | 18:53

Wawan Fauzi (dens / tangerangnews)

TANGERANG-Lurah Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Wawan Fauzi, memberikan hak jawab atas laporan Agus, warga Kelurahan setempat ke Panwaslu Kota Tangerang terkait tudingan praktek money politik yang dilakukan oleh Sekertaris Kelurahan Sukasari (Sekkel) Aam Hamdani untuk memenangkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tertentu dalam Pilkada Banten pada 22 Oktober 2011.
 
Wawan menjelaskan kronoligis persitiwa itu, pada Kamis (20/10), pihaknya mengundang 12 warga RT 6 RW 9, ke Kantor Kelurahan Sukasari dalam rangka verifikasi kartu multiguna. Pasalnya, para warga yang terdaftar sebagai peserta kartu multiguna ini tidak mernah mengklaim kartu multigunanya.
 
“Dari 12 orang yang diundang hanya 11 yang datang. Ketika dikonfirmasi, ternyata mereka tidak mengerti kalau sudah terdaftar sebagai pengguna kartu multiguna,” tandasnya, Jumat (21/10).
 
Dalam pecakapan tersebut, ia sempat membahas soal Pemilu Gubernur dan mesosialisasikannya. “Kita tanya mereka sudah tau apa belum siapa calon calonnya. Mereka sudah tahu semua. Tapi tidak ada sama sekali mengajak mereka memilih calon tertentu,” tambah Wawan.
 
Kemudian, ketika ditanya warga datang ke kantor Kelurahan naik apa? Mereka mengaku datang dengan menggunakan becak dengan ongkos sekitar Rp 5 ribu. Ia pun berinisiatif mengganti biaya transport warga dengan uang pribadi sebesar Rp 20 ribu per orang.
 
“Saya punya itikad baik untuk membantu, karena mereka sudah mengeluarkan biaya untuk datang ke kantor. Jadi saya SMS Sekkel untuk memberi mereka biaya ganti transport, nanti uangnya saya ganti,” kata Wawan.
 
Beberapa saat kemudian, salah satu warga yang diundang, Agus datang terlambat dan ikut bergabung denga warga lainnya. “Kebetulan pada saat dia datang, pas setelah kita akan memberikan biaya transport. Jadi dia juga langsung diberikan uang itu begitu saja. Dia tidak mengetahui pembicaraan sebelumnya,” terang Wawan.
 
 
Wawan mengaku tidak ada sama sekali upaya memberikan uang untuk mengarahkan warga memilih pasangan calon Gubernur tertentu. “Saya berani sumpah sebagai muslim, tidak melakukan politik uang. Biaya transport tersebut sebelumnya tidak disipakan, itu spontanitas saja karena tau mereka datang dengan mengeluarkan ongkos. Verifikasi kartu muliguna ini juga merupakan tugas saya sebagai Lurah untuk mendukung Program Pemerintah Kota Tangerang,” tandasnya.
 
Ia menilai, tudingan terhadap pihaknya dilakukan sebagai upaya untuk menjatuhkan kredibilitas institusi pemerintah. “Saya merasa kredibilitas institusi pemerintah Kota Tangerang sudah terkoyak atas tudingan ini. Jadi kita akan melakukan tuntutan balik kepada pihak yang melaporkan untuk tau siapa tokoh dibalik semua ini,” tandasnya.
 
Hal itu juga dibenarkan Eni, 70, warga RT 6/9, Kelurahan Sukasari, yang turut menghadiri undangan saat verifikasi kartu muliguna tersebut. “Ia, tidak ada kata-kata Pak Lurah yang mengajak memilih calon gubernur nomor urut 1, 2 atau 3. Uang yang dikasih itu untuk biaya saya pulang naik becak,” katanya.(RAZ)

HIBURAN
Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut Ala Salon Jepang Lewat Kolaborasi dengan MOIR Salon

Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut Ala Salon Jepang Lewat Kolaborasi dengan MOIR Salon

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Pengalaman perawatan rambut dengan standar salon Jepang mulai diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia melalui kolaborasi antara Tsubaki dan MOIR Salon.

OPINI
Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:17

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Tangerang terdampak banjir dan macet di berbagai titik hampir selalu muncul setiap musim hujan datang.

TANGSEL
BPOM dan DPR RI Sidak Pasar di Tangsel, Temukan Kerupuk dan Zat Cina Mengandung Pewarna Tekstil

BPOM dan DPR RI Sidak Pasar di Tangsel, Temukan Kerupuk dan Zat Cina Mengandung Pewarna Tekstil

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:00

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Pasar Modern BSD, Serpong, pada Rabu 11 Maret 2026, tim gabungan dari Komisi IX DPR RI, BPOM, dan Pemkot Tangsel menemukan sejumlah bahan pangan berbahaya yang masih beredar bebas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill