Connect With Us

Sakit Hati, Penjual Pohon Bunuh Pembeli

| Senin, 24 Oktober 2011 | 19:17

Tukang pohon yang membunuh calon pembeli. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Seorang penjual pohon berinisial RM, 20, warga Kampung Ciputat RT 02/05, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang nekat membunuh seorang calon pembeli, JM, 46.

Dia membunuh lantaran sakit hati harga pohon yang dijualnya dibilang terlalu mahal. Karena perbuatannya tersebut, RM dibekuk aparat Polres Metro Kota Tangerang.

 Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang AKBP Rahmat didampingi Kapolsek Ciledug Kompol Sukiman mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika korban JM, warga Jalan Rasapala VII/40, RT 09/13, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, hendak membeli pohon di lapak milik RM di kawasan persawahan, Kampung Ciputat, RT 01/2, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (1/10) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

 “Korban sempat mengitari tempat penjualan pohon milik tersangka untuk melihat-lihat. Kemudian korban menanyakan harga. Saat mengetahui harga yang ditawarkan tersangka, korban marah-marah karena harga tersebut terlalu mahal,” kata Rahmat, Senin (24/10).

 Perkataan JM tersebut membuat RM tersinggung dan emosi. Saat JM hendak pergi meninggalkan tempat penjualan pohon tersebut, tersangka langsung mengambil bambu dan memukul tengkuk JM satu kali hingga jatuh. “Saat korban mencoba lari, tersangka memukul kepalanya sekali lagi hingga tewas. Tersangka mengalami luka berat di kepala,” terang Rahmat.
 
Setelah membunuh korban, RM mengambil HP dan dompet milik korban. Kemudian RM melarikan diri dan menjadi buronan selama 3 minggu. “Setelah mendapat laporan, petugas kita melakukan penyelidikan. Korban berhasil kita tangkap di rumahnya setelah menghilang selama 3 minggu,” tandas Rahmat.

 Rahmat menambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara 15 tahun.
 Sementara RM mengaku nekat membunuh JM karena ia merasa kesal dengan perkataannya. “Dia bilang, tiap beli sama lo dikasih mahal melulu, sudah kita putus hubungan saja. Saya enggak mau beli lagi di sini,” ucapnya menurukan perkatan korban.(RAZ) 
MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

KOTA TANGERANG
Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan kader Banser yang melibatkan Habib Bahar bin Smith.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill