TANGERANGNEWS.com-Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi perhatian berbagai pihak.
Untuk mencegah kejadian serupa, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta seluruh pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap lembaga penitipan anak atau daycare yang beroperasi di wilayah masing-masing.
Menanggapi hal itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mendorong peningkatan kualitas layanan daycare melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Kepada Bidang Pemberdayaan Perempuan pada DP3AP2KB Kota Tangerang Yusnidar Simatupang menjelaskan Tamasya merupakan program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga).
Program ini tak hanya fokus pada perawatan anak, tetapi juga membekali para pengasuh dengan pengetahuan parenting dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
"Tamasya dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif, baik kepada pengasuh maupun orang tua. Termasuk menjamin keamanan anak dari tindak kekerasan, karena dimonitor langsung oleh DP3AP2KB ," jelasnya kepada TangerangNews, Rabu 29 April 2026.
Menurut Yusnidar saat ini sudah ada lima daycare di Kota Tangerang yang mendapat pembinaan program Tamasya dari DP3AP2KB. Di antaranya dua di Kecamatan Larangan, dua di Cipondoh dan satu di Karawaci.
"Jadi program ini dilakukan melalui penjaringan Bidang Keluarga Berencana. Kita berharap daycare lain di Kota Tangerang ikut bergabung biar pembinaannya lebih jelas sehingga layanannya sesuai standar nasional, serta pengawasan dan keamanannya terjamin," ujarnya.
Terkait jumlah daycare di Kota Tangerang, Yusnidar mengaku tidak memiliki datanya karena terkait izin dan pengawasannya ada di Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang.
"Kita tidak tahu juga, apakah daycare di Kota Tangerang sudah berizin semua atau belum. Kita cuma awasi yang ikut program Tamasya. Karena itu, kita mendorong lebih banyak daycare untuk bergabung," terangnya.