Connect With Us

Asal Usul Kampung Pakojan di Kota Tangerang, Berawal dari Tokoh yang Pernah Menimba Ilmu di Jakarta

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 Juli 2026 | 12:48

Kantor Kelurahan Pakojan, Pinang, Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Nama Kampung Pakojan di Kota Tangerang ternyata memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan seorang tokoh agama yang pernah menimba ilmu di kawasan Pakojan, Jakarta Barat. 

Dalam buku berjudul “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang”, Burhanudin menjelaskan, penyebutan Kampung Pakojan berasal dari K.H. Usman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Emen. 

Ia disebut sebagai penduduk pertama sekaligus tokoh yang memberi nama kawasan tersebut.

Sebelum dikenal sebagai Kampung Pakojan, wilayah itu merupakan bagian dari Cipete, sehingga masyarakat pada masa lalu kerap menyebutnya sebagai Cipete Pakojan.

"Yang menamakan Kampung Pakojan adalah Haji Emen. Sebelum berdakwah di kampung ini dulu memang belajarnya di Pakojan Jakarta. Dulunya diharapkan biar jadi pusat pembinaan agama. Tidak hanya pemberi nama, Haji Emen juga pendiri masjid pertama yang masih ada sampai sekarang termasuk makamnya di depan mimbar masjid yang terkenal dengan Kramat Pakojan," dikutip dari buku karya Burhanudin.

Nama Pakojan dipilih karena Haji Emen terinspirasi oleh kawasan Pakojan di Jakarta Barat yang menjadi tempatnya belajar agama. 

Ia berharap wilayah yang dibangunnya juga berkembang sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Dalam literatur tersebut dijelaskan, istilah Pakojan berasal dari bahasa India, yakni "kojal choja" yang berarti orang Muslim. 

Sebutan itu merujuk pada kawasan Pakojan di Jakarta Barat yang pada masa kolonial dikenal sebagai permukiman masyarakat Arab hingga akhir abad ke-19.

"Orang kampung sini pada dagang ke Pakojan Jakarta dan belajar agama di sana. Makanya, Haji Emen ingin dan berharap daerahnya berkembang seperti Pakojan di Jakarta. Di samping itu memang orang sini dulu semuanya belajarnya ke Haji Emen," tulis Burhanudin dalam bukunya.

Saat ini, Kampung Pakojan menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Pinang. Wilayah tersebut berbatasan dengan Kelurahan Kunciran di sebelah timur, Kelurahan Cikokol di sebelah barat, Kelurahan Panunggangan di sebelah selatan, serta Kelurahan Poris Plawad di sebelah utara.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

BANTEN
Atasi Krisis Dokter Spesialis, Dinkes Banten Gunakan Rontgen Portabel Berbasis AI untuk CKG

Atasi Krisis Dokter Spesialis, Dinkes Banten Gunakan Rontgen Portabel Berbasis AI untuk CKG

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:18

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menggunakan teknologi rontgen portabel yang dilengkapi Artifisial Intelligence (AI) untuk melakukan analisis penyakit dalam yang dialami masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill