Connect With Us

Kejari Tangerang Siap Eksekusi Meirika Franola

| Kamis, 8 November 2012 | 19:03

Andi DJ Konggoasa (tangerangnews / dira)



TANGERANG-Menyusul keterlibatan kembali terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola dalam sindikat peredaran Narkotika dan desakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dari hukuman  mati menjadi seumur hidup. Kejaksaan Negeri Tangerang masih menunggu keputusan presiden. “Kami siap, apapun keputusan presiden,” ujar Andi DJ Konggoasa, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Kamis (8/11) kepada wartawan.
 
Andi mengatakan, saat ini terpidana seumur hidup kasus narkotika dengan terpidana Ola masih mendekam di sel tahanan Lapas Wanita Tangerang sejak tahun 2000 silam itu  telah diputus hukuman mati. Dia diputus hukuman mati oleh PN Tangerang pada 22 Agustus 2000 lalu karena terbukti membawa 3,5 Kg Heroin dari London, Inggris melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Diketahui, belakangan SBY mengeluarkan pengampunan atau grasi kepada Ola pada 26 September 2011 lalu, melalui kepres No. 35 Tahun 2011.  Hukuman Ola diampuni dari hukuman mati menjadi seumur hidup. Meski pengajuan kasasinya ke Mahkamah Agung telah ditolak. Lantas, dibalik jeruji besi Lapas Wanita Tangerang, Ola masih mengendalikan penyelundupan Narkotika ke Indonesia.

Buktinya adalah dengan ditangkapnya seorang kurir wanita berinisial NA, bersama 77 Gram Sabu asal India oleh petugas Badan Narkotika Nasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.   NA  sendiri mengaku, memasukan narkotika ke Indonesua atas perintah Ola atas kondisi tersebut membuat sejumlah organisasi mendesak agar SBY mencabut grasi kepada Ola.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BANTEN
Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00

Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill