Connect With Us

Angkot Tangerang Tolak Bayar Retribusi

| Rabu, 5 Desember 2012 | 15:40

Sopir angkot menolak bayar retribusi sengaja meninggalkan angkotanya di Terminal Poris Plawad. (tangerangnews / rangga)

 
Reporter : Rangga A Zuliansyah

TANGERANG
-Puluhan angkot dengan nomor trayek T.10 dan T.11 melakukan aksi mogok di Terminal Poris Plawad, Cipondoh,  Kota Tangerang, Rabu (5/12) . Mereka memprotes aturan yang mengharuskan angkot tersebut masuk ke dalam Terminal Poris Plawad untuk membayar retribusi. 
 
Angkot T.10 merupakan jurusan Terminal Poris Plawad-Pasar Anyar dan T.11 jurusan Ampera-Pondok Bahar. Sekitar 90 mobil angkot tersebut berkumpul di Terminal Poris Plawad secara spontan sejak pukul 08.00 WIB.

 Menurut sopir angkot T.10 Supriyadi, kebijakan baru tesebut membuat rute perjalanan semakin jauh. Jika masuk ke terminal Poris Plawad melalui Jalan Benteng Betawi, akan menambah jarak sekitar 3 Kilometer.

“Karena harus masuk ke Terminal, banyak penumpang yang mengeluh ya terlalu jauh. Kalau mereka buru-buru, lebih memilih angkot lain,” ujarnya.
 
Tak hanya itu, Terminal Poris Plawad masih sepi penumpang, sehingga tidak efektif jika harus masuk terminal.

Mereka mengaku, hal tersebut pun berdampak pada omzet. “Terminal masih sepi, kita kesana cuma bayar retrubusi Rp500. Dalam sehari beroperasi, kita bisa masuk ke terminal 5-6 kali. Tentu saja kita rugi,” tambah Supriyadi.
 
Sementara supir angkot T.11 Endang berharap agar mereka tidak diwajibkan masuk ke Terminal Poris Plawad dan memindahkan pemungutan retribusi di jalur yang mereka lewati agar lebih mudah.

“Kita siap masuk ke terminal, asalkan semua angkot masuk ke terminal juga,” tegasnya.
Kepala UPDT Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Endang Romza mengatakan, pihaknya tidak bisa mengubah kebijakan tersebut karena itu menjadi kewenangan Dinas Perhibungan Kota Tangerang.

“Untuk itu, kita akan menampung dulu keluhan para supir angkot T.10 dan T.11 untuk disampaikan kepada Dishub. Nanti keputusannya biar dirapatkan oleh Dishub,” tukasnya.

 Menurutnya, kebijakan tersebut mulai diberlakukan tanggal 1 Desember 2012. Tujuannya memang untuk menertibkan angkot dan meramaikan Terminal Poris Plawad. “Kalau kita kan liat prospek ke depan, pasti terminal akan ramai, apa lagi sekarang ada Bus Lane. Tapi itu kan butuh proses, sementara para supir ingin-nya instan saja,” ujarnya.
 

KAB. TANGERANG
Cari Rongsokan, Pemulung Tersasar di Gorong-Gorong Kawasan Puspemkab Tangerang

Cari Rongsokan, Pemulung Tersasar di Gorong-Gorong Kawasan Puspemkab Tangerang

Sabtu, 7 November 2026 | 19:35

Warga di sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, dihebohkan dengan seorang pemulung yang sempat tersasar di dalam saluran gorong-gorong, Jumat 6 November 2026, malam.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill