Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG - Jaine Ferreira terkejut ketika mendapati putranya, Lorenzo, berlumuran darah dengan ular di mulutnya. Dia pun langsung memanggil suaminya, Lucier, dan membawa putranya ke sebuah rumah sakit Sao Luiz.
Tak lupa mereka membawa serta ular itu agar bisa diidentifikasi dokter untuk memberikan anti racun yang tepat. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, bocah 17 bulan ini sama sekali tidak mengalami luka sedikit pun. Satu-satunya korban dalam hal ini adalah ular berbisa tadi.
"Dia menggigit pit viper sangat dekat dengan kepalanya yang membuat ular tersebut tak dapat bergerak dan mencegahnya menggigit Lorenzo," ungkap Dr Gilmar Carteri. "Anak ini sangat ketakutan. Saya pikir ini adalah bentuk dari insting pertahanan diri atau mungkin dia berpikir itu adalah mainan."
Awalnya, Jaine dan Lucier mengira jika ular itu mati karena dibunuh oleh anjing mereka yang tengah bermain bersama Lorenzo. Namun, setelah memeriksa ular tersebut, dokter meyakinkan bahwa ular itu mati ditangan bocah 17 bulan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan tengah berdebat mengenai ophidiophobia, ketakutan akan ular, mungkin merupakan sebuah insting dan penting bagi kelangsungan hidup manusia dalam menghadapi ancaman mematikan untuk segera bereaksi. Reaksi dari lorenzo mungkin merupakan konfirmasi dari teori ini.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGSebanyak 26.325 pohon mangrove terkumpul melalui komitmen aksi lingkungan dalam event Telkomsel Digiland Run 2026.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews