Connect With Us

Capres Filipina Ini Berjanji akan Bunuh Semua Penjahat Selama 6 Bulan

FER | Jumat, 6 Mei 2016 | 15:45

Rodrigo Duterte, calon presiden terpopuler di Filipina. (Okezone/google / TangerangNews)

TANGERANG- Rodrigo Duterte, calon presiden terpopuler di Filipina terus unggul di jajak pendapat menjelang pemilihan umum Senin (9/5) mendatang. Politikus 71 tahun itu kerap dijuluki Donald Trump-nya Filipina karena pandangan politik kontroversial. Gaya bicara Duterte ceplas-ceplos, cenderung kasar. Dia sering menyelipkan guyonan cabul dan jorok saat kampanye.

 

Namun, di luar semua ucapannya yang bikin panas kuping banyak orang, Duterte dicintai pemilih dari kalangan bawah karena programnya memberantas kriminalitas. Seandainya terpilih, Duterte berjanji membunuh, secara harfiah, semua penjahat selama enam bulan pertama menjabat.

"Duterte adalah simbol harapan baru bagi rakyat miskin di negara ini yang kadung muak pada elit politik," kata Ramon Casiple, pengamat politik asal Manila seperti dilansir Kantor Berita AFP, Jumat (6/5).

 

Duterte, yang menjabat wali kota Davao City lebih dari 20 tahun, menjalankan kebijakan keras kepada pelaku kriminal, perompak, bandar narkoba, maupun jaringan penyelundup. Lebih dari 1.700 orang dituduh kriminal tanpa peradilan dengan cara menyewa kelompok bersenjata sipil.

Duterte mengkritik kepemimpinan Presiden Benigno Aquino yang hanya fokus pada kalangan berpunya Filipina. Dia mengklaim berhasil populer, sebab isu-isu kampanyenya menyentuh kebutuhan rakyat bawah Filipina akan rasa aman dan cukup makan. Lebih dari 100 juta penduduk negara mayoritas Katolik itu hidup di bawah garis kemiskinan.

"Saya mengurusi mereka yang terpinggirkan, orang-orang terbuang dari masyarakat," kata Duterte.

Duterte meraup 33 persen dukungan di jajak pendapat oleh Social Weather Stations awal Mei ini. Pesaing terdekatnya adalah Senator Grace Poe yang menguntit dengan 22 persen dukungan. Wapres Jejomar Binay yang berminat maju kalah populer, dengan hanya didukung 19 persen responden.

Namun tak semua orang sepakat dengan pendekatan Duterte, terutama soal pembunuhan 'penjahat' tanpa pengadilan. Salah satunya adalah Clarita Alia, wanita 62 tahun warga Davao City. Putra bungsunya tewas diberondong peluru saat pulang sekolah. Anaknya belum pernah terlibat kejahatan apapun, namun dicap sebagai kriminal hanya karena dibunuh oleh orang suruhan Duterte.

"Duterte itu tidak punya moral. Semoga Tuhan melindungi kita seandainya Duterte menang," kata Alia.

 

 

TANGSEL
Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:59

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

NASIONAL
Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Rabu, 30 September 2026 | 16:20

Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill