Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun tenggorokannya terbakar setelah tak sengaja menelan baterai. Beruntung ia masih bisa selamat.
Peristiwa itu berawal ketika bocah asal Nuneaton, Inggris bernama Lucas Brokes ini iseng menjilat baterai lampu malam berwarna hitam seukuran koin. Tiba-tiba secara tak sengaja ia menelannya.
Lucas pun langsung memberi tahu ibunya, Tessa, bahwa ia telah menelan baterai kecil. Dengan cepat, Tessa dan suaminya, Chris, langsung membawa putra mereka ke rumah sakit terdekat.
"Dia bisa saja mati. Aku tak ingin memikirkan kemungkinan terburuknya," kata Tessa seperti dilansir dari Suara Banten yang mengutip dari The Sun, Jumat (25/12/2020).
Berdasararkan hasil pemindaian, menunjukkan baterai yang ditelan Lucas tersangkut di tenggorokan dan membuatnya terbakar. Penyebabnya, benda tersebut juga mengalirkan arus.
Tidak ingin mengambil risiko masuk ke paru-paru, dokter mendorong baterai tersebut supaya bisa masuk ke perutnya. Untungnya, baterai tersebut dapat melewati perut secara alami.
"Dia baik-baik saja sekarang, dia sangat beruntung," ujar Tessa.
Berdasarkan laman National Capital Poison Center, menelan baterai dapat berdampak buruk, seperti luka bakar serta komplikasi yang mengancam jiwa.
Dampak ini bisa terjadi apabila baterai tak segera dikeluarkan dari esofagus (kerongkongan) dalam waktu dua jam. Komplikasi serius juga bisa terjadi apabila baterai ditempatkan di hidung atau telinga.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGProvinsi Banten menjadi wilayah dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang cukup memprihatinkan sepanjang Januari hingga September 2026.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews