Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun tenggorokannya terbakar setelah tak sengaja menelan baterai. Beruntung ia masih bisa selamat.
Peristiwa itu berawal ketika bocah asal Nuneaton, Inggris bernama Lucas Brokes ini iseng menjilat baterai lampu malam berwarna hitam seukuran koin. Tiba-tiba secara tak sengaja ia menelannya.
Lucas pun langsung memberi tahu ibunya, Tessa, bahwa ia telah menelan baterai kecil. Dengan cepat, Tessa dan suaminya, Chris, langsung membawa putra mereka ke rumah sakit terdekat.
"Dia bisa saja mati. Aku tak ingin memikirkan kemungkinan terburuknya," kata Tessa seperti dilansir dari Suara Banten yang mengutip dari The Sun, Jumat (25/12/2020).
Berdasararkan hasil pemindaian, menunjukkan baterai yang ditelan Lucas tersangkut di tenggorokan dan membuatnya terbakar. Penyebabnya, benda tersebut juga mengalirkan arus.
Tidak ingin mengambil risiko masuk ke paru-paru, dokter mendorong baterai tersebut supaya bisa masuk ke perutnya. Untungnya, baterai tersebut dapat melewati perut secara alami.
"Dia baik-baik saja sekarang, dia sangat beruntung," ujar Tessa.
Berdasarkan laman National Capital Poison Center, menelan baterai dapat berdampak buruk, seperti luka bakar serta komplikasi yang mengancam jiwa.
Dampak ini bisa terjadi apabila baterai tak segera dikeluarkan dari esofagus (kerongkongan) dalam waktu dua jam. Komplikasi serius juga bisa terjadi apabila baterai ditempatkan di hidung atau telinga.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews