Connect With Us

Meski Didukung Elon Musk, Donald Trump Tolak Semua Orang Harus Punya Mobil Listrik  

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:53

Donald Trump. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGGERANGNEWS.com- Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kewajiban penggunaan mobil listrik untuk semua orang, meskipun dia menerima dukungan penuh dari CEO Tesla, Elon Musk. 

Hal itu diungkapkan Trump, dalam pernyataannya di konferensi National Association of Black Journalists di Chicago, pada Rabu, 31 Juli 2024.

 "Elon Musk mendukung saya dan dia adalah teman saya, tetapi saya menolak gagasan bahwa semua orang harus memiliki mobil listrik," ujar Trump seperti dilaporkan oleh Reuters dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 2 Agustus 2024.

Pernyataan Trump ini ditujukan kepada kebijakan pemerintahan Joe Biden yang berupaya meningkatkan penjualan mobil listrik hingga 100 persen. 

Menurut Trump, kebijakan tersebut tidak realistis karena Amerika Serikat memiliki cadangan minyak yang melimpah.

"Jika Anda ingin mobil hybrid atau berbahan bakar bensin. Kita memiliki lebih banyak minyak di bawah tanah kita daripada negara lain. Lebih banyak dari Arab Saudi dan Rusia. Saya ingin menggunakan sumber daya kita untuk menurunkan harga dan biaya," ujar Trump.

Regulasi pemerintah AS saat ini menargetkan penjualan mobil listrik mencapai antara 35 hingga 65 persen dari total penjualan mobil baru pada tahun 2032. 

Meskipun demikian, regulasi ini bersifat sebagai panduan, bukan mandat wajib bagi produsen.

Trump telah beberapa kali mengkritik kebijakan mobil listrik AS. Pada September 2023, ia menyebut, "Mandat Biden bukanlah regulasi pemerintah, melainkan pembunuhan terhadap pekerjaan dan industri Anda."

Pada Maret 2024, Trump berjanji akan mengenakan tarif 100 persen untuk mobil buatan China yang diproduksi di Meksiko jika terpilih kembali sebagai presiden.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill