Connect With Us

Mayoritas Pekerja Indonesia Lulusan SD, Sarjana Paling Banyak Menganggur

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 1 Juni 2025 | 10:35

Ilustrasi Wisuda Sarjana (Sumber SuaraRakyatIndonesia / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru terkait dunia kerja di Indonesia. Dalam Laporan Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2025, mayoritas tenaga kerja nasional masih didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yakni sebesar 35,89 persen. 

Kebanyakan dari mereka bekerja di sektor pertanian, perdagangan, dan konstruks, yakni bidang yang lebih mengandalkan tenaga fisik ketimbang ijazah.

Sementara itu, lulusan SMA menyumbang 20,63 persen dari total pekerja aktif, disusul lulusan SMP 17,81 persen, dan SMK 12,84 persen. Namun yang mengejutkan, lulusan sarjana dan diploma hanya menempati porsi 12,8 persen. 

Artinya, semakin tinggi pendidikan seseorang, belum tentu memperbesar peluang untuk terserap di dunia kerja.

Bahkan, angka pengangguran dari kalangan sarjana justru meningkat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan tinggi mencapai 6,23 persen, naik dibanding tahun lalu. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan antara ekspektasi lulusan dengan realita pasar kerja.

Dalam laporan BPS, disebutkan banyak lulusan sarjana menolak masuk ke sektor informal atau pekerjaan teknis karena merasa tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya. 

Fenomena ini dikenal sebagai aspirational mismatch dan reservation wage gap, di mana pencari kerja menunggu posisi “ideal” yang sering kali tak segera tersedia.

Sebaliknya, lulusan pendidikan vokasi seperti diploma menunjukkan tren yang lebih stabil. Jumlah pengangguran diploma turun dari 305 ribu orang pada 2020 menjadi 170 ribu orang di tahun 2024. 

Pendidikan yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan industri dinilai sebagai kunci keberhasilan mereka dalam mengisi sektor formal.

Namun, masih ada pekerjaan rumah besar bagi sistem pendidikan tinggi Indonesia. Konektivitas kampus dengan dunia kerja masih lemah, kurikulum lamban beradaptasi, dan semangat kewirausahaan belum kuat. 

McKinsey Global Institute mencatat, hanya 40 persen warga usia 25-34 tahun di Indonesia yang menamatkan pendidikan menengah atas. Selain itu, hanya terdapat 400 peneliti per satu juta penduduk, jauh tertinggal dari negara maju.

TEKNO
Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:25

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi meluncurkan Pintu VIP.

BANTEN
Prakiraan Cuaca Tangerang Raya Sepekan 16-22 Maret 2026, Dominan Cerah

Prakiraan Cuaca Tangerang Raya Sepekan 16-22 Maret 2026, Dominan Cerah

Senin, 16 Maret 2026 | 11:43

Cuaca di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan selama sepekan ke depan, mulai 16 hingga 22 Maret 2026.

KAB. TANGERANG
Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Cisoka Tangerang Tembus Rp100 Ribu per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Cisoka Tangerang Tembus Rp100 Ribu per Kg

Senin, 16 Maret 2026 | 12:30

Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan jelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satunya ialah harga cabai rawit merah di Pasar Cisoka, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill