Connect With Us

Ini Biang Kerok Anjloknya Pendapatan Daerah Kota Tangerang

Redaksi | Jumat, 1 Agustus 2025 | 07:59

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan memberikan jawaban pandangan fraksi dalam rapat paripurna DPRD, Kamis 31 Juli 2025. (@TangerangNews / Redaksi )

TANGERANGNEWS.com — Pemerintah Kota Tangerang menjawab kritikan tajam fraksi-fraksi di DPRD terkait anjloknya pendapatan daerah dalam Rancangan Perubahan APBD 2025. 

Dalam sidang paripurna DPRD, jawaban Wali Kota yang dibacakan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, mengungkap berbagai faktor yang menjadi biang kerok anjloknya pendapatan daerah.

Salah satu sorotan datang dari Fraksi PKS dan PDI Perjuangan yang menilai turunnya PAD akibat lemahnya intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan. 

Menanggapi hal itu, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemkot telah melakukan berbagai terobosan, mulai dari digitalisasi pembayaran pajak daerah melalui platform seperti QRIS, Gopay, OVO, hingga marketplace seperti Tokopedia dan Blibli.

“Kami juga intensifkan sosialisasi lewat media sosial, serta terus mendorong inovasi di semua lini pendapatan,” ujar Maryono dalam rapat paripurna DPRD, Kamis 31 Juli 2025.

Namun begitu, penurunan tetap terjadi di beberapa sektor strategis. Salah satunya adalah pajak hotel yang terkena imbas langsung dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, seperti larangan menggelar rapat di hotel. 

"Dampaknya signifikan terhadap omzet hotel dan tentu saja pajak daerah yang kami terima," ujarnya.

Fraksi NasDem juga mempertanyakan turunnya pendapatan transfer dari pusat. Wali Kota menjelaskan bahwa hal itu disebabkan perubahan skema pendapatan berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2022, di mana beberapa komponen seperti PKB dan BBNKB yang sebelumnya merupakan transfer pusat, kini masuk sebagai PAD.

"Perubahan ini menyebabkan penurunan pada pos pendapatan transfer. Namun, di sisi lain menambah PAD sebesar Rp 667 miliar dari PKB dan BBNKB," sebutnya. 

Masih dijelaskan Maryono, penurunan juga terjadi pada sektor retribusi sampah. Tahun depan, Pemkot akan melakukan terobosan pengelolaan dan distribusi sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga sementara waktu target retribusi diturunkan.

Di sisi lain, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) turut menurun akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. 

“Transaksi jual beli tanah di Kota Tangerang sedang lesu. Ini dirasakan langsung oleh para camat dan lurah,” kata Maryono.

Meski begitu, ia optimistis pada semester kedua 2025 kondisi akan membaik. “Kita doakan Agustus ini mulai menggeliat lagi. Kalau ada yang mau jual tanah, jual saja,” kelakar Maryono yang disambut tawa sejumlah anggota dewan.

Menutup jawabannya, Wali Kota mengajak seluruh fraksi DPRD untuk turut melakukan terobosan dan memaksimalkan potensi daerah, termasuk dari kawasan strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta dan pusat perbelanjaan yang menjadi sumber pajak parkir daerah.

BANTEN
Terus Optimalkan Penerapan Budaya K3, PLN UID Banten Pastikan Pekerja Pulang dengan Selamat

Terus Optimalkan Penerapan Budaya K3, PLN UID Banten Pastikan Pekerja Pulang dengan Selamat

Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:07

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bersama Lembaga Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (LPPKM FKM UI) melakukan pengukuran budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KAB. TANGERANG
BRIN Dorong SIDOMI PMI Kabupaten Tangerang Digunakan Secara Nasional

BRIN Dorong SIDOMI PMI Kabupaten Tangerang Digunakan Secara Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:57

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong aplikasi SIDONI yang dikembangkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang dapat dimanfaatkan secara nasional.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill