Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam
Kamis, 23 April 2026 | 14:04
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TANGERANGNews.com-Seorang petugas Imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang memukul seorang WN Arab Saudi yang baru mendarat dari Madinah. Peristiwa itu terjadi Rabu (10/8/2016) sekitar pukul 14.10 WIB.
Korban bernama Abdul Aziz Mohammed ,21, adalah penumpang Saudi Airlines SV 822 yang mendarat di Terminal 2E. Informasi yang didapat, korban kala itu berserta tiga orang. Mereka mendarat sekitar pukul 11.30 WIB. Baca Juga : Imigrasi Bandara Soetta Jatuhi Hukuman ke Pegawai yang Pukul WN Arab
Saat akan melintasi stamp passport, korban mengaku menyamsikan petugas Imigrasi atas nama Aji menerima uang dari WN Arab Saudi yang lain. Abdul Aziz kemudian merekamnya dengan ponsel. Namun, Aji melihatnya. Aji kemudian meminta agar korban menghapus hasil rekaman tersebut. Tetapi, korban tidak mau menghapus.
Petugas Imigrasi membawa korban, dan tiga orang temannya ke office Imigrasi T2E Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan penyelesaian masalah tersebut. Namun, korban tetap tidak mau menghapusnya, kemudian terjadi pemukulan. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada kening sebelah kiri.
Namun, Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Alif Suadi mengatakan,peristiwanya tidak seperti itu. Menurut dia, pemukulan terjadi karena ada kesalahan komunikasi antar keduanya. “Yang satu pakai bahasa Inggris, satunya pakai Arab. Kan enggak nyambung tuh,” ujarnya.
Dia juga membantah kalau anak buahnya itu menerima uang dari penumpang, sebab setelah diputar CCTV tidak ditemukan adanya penerimaan uang atau amplop. “Itu (WN Arab Saudi) berani sekali, mungkin karena anak muda. Mereka melawan aturan, kan tidak boleh mengambil gambar, itu ada spanduknya. Mereka tetap ambil gambar, sudah diperingati malah marah,” ujarnya.
Sampai jadi pemukulan, kata Suadi, karena ada salah arti dalam bahasa. “Tetapi memang pemuda Arab itu benar-benar berani di Negara orang ini,” katanya.
Atas kejadian tersebut, korban melaporkannya ke Kedutaan Arab Saudi untuk Indonesia guna penyelesaian lebih lanjut.
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TODAY TAGTradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 24 April hingga Minggu 26 April 2026.
Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews