Connect With Us

Jaringan Pengedar Sabu Antar Lapas Diungkap

| Jumat, 27 Februari 2009 | 16:37

TANGERANGNEWS--Satuan Tugas Airport Interdiction Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengungkap jaringan pengedar psikotropika jenis sabu dari Lapas Cipinang, Jakarta ke Lapas Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kompol Liliek Lestari mengatakn, terungkapnya jaringan ini berawal dari penggagalan penyelundupan psikotropika jenis sabu seberat 200 gram dalam paket kiriman pos dari Afrika Selatan ke Jakarta yang dikirim oleh seorang berinisial S yang belakangan ternyata fiktif nama tersebut. Rupanya barang tersebut diambil seorang wanita  berinisial AN pada 6 Februari lalu.

 Dari mulut AN, petugas mengembangkan penyelidikan dan mendapatkan bandar Sabu di Balikpapan dan Samarinda berinisial R,U dan F. Para bandar yang telah dibekuk tersebut mengaku jika barang haram yang mereka edarkan tersebut atas pesanan HD seorang narapidana yang sudah menghuni dua tahun di Lapas Sempaja.

 "Ternyata sumber pengiriman dan sumber penerimaan psikotropika selama ini antar lapas," ujarnya. Berdasarkan itu, pihak kepolisian bandara yang tergabung dalam tim Airport Interdiction Bandara Soekarno-Hatta terus melakukan pengembangan hingga mendapatkan para tersangka itu. "Rupanya HD yang mengendalikan peredaran psikotropika di Lapas Sempaja dan terhubung langsung dengan jaringan peredaran narkoba di Lapas Cipinang," ujarnya.


Lilek mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mencari pemasok yang berada di lapas itu siapa. Dirinya mengaku sudah bekerjasama dengan pihak terkait dan mengantongi nama-nama pelaku yang kini mendekam ditahanan Cipinang tersebut.

 Sementara itu Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Rachmat Subagyo mengatakan, dari jaringan itu pihaknya berhasil 500 gram sabu, 300 ribu ekstasi, serta barang bukti lainnya seperti laptop dan buku tabuangan. “Saya sengaja tidak mengekspos itu selama ini, sebab memang sedang kita kembangkan. Jika dari awal kita ekspos tidak bisa semua pelaku ditangkap,” jelasnya. 

Dia mengatakan, terungkapnya jaringan itu berkat adanya  Tim airport Interdiction Bandara Soekarno-Hatta yang terdiri dari Bea dan Cukai, Polres Bandara, Imigrasi Bandara, PT Angkasa Pura II, Badan Narkotika Nasional, Karantina dan Badan Pom menindaklanjuti hasil temuan itu.Petugas menelusuri asal usul alamat pengirim dan penerima barang.”Ini karena adanya kerjasama yang baik,” tandasnya.(den)

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

AYO! TANGERANG CERDAS
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap SPMB SMP Negeri Kota Tangerang 2026/2027

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Lengkap SPMB SMP Negeri Kota Tangerang 2026/2027

Rabu, 24 Juni 2026 | 08:20

Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dirilis.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill