Connect With Us

Direktur RS Bintaro Menilai Prita dan RS Omni Miss Komunikasi

| Jumat, 11 September 2009 | 00:18

TANGERANGNEWS-Direktur Rumah Sakit International (RSI) Bintaro Juniwati Gunawan, yang menjadi saksi dalam persidangan kasus Prita Mulyasari menilai bahwa terjadi miss komunikasi antara Prita dan pihak RS Omni Internasional sehingga Prita menulis keluhannya di email. “Saya mengambil kesimpulan bahwa tulisan prita yang merupakan sebuah keluhan pasien terhadap layanan rumah sakit karena ada miss komunikasi,” Katanya saat persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, hari ini. Juniwati menjelaskan, sebelumnya dia pernah membaca email Prita yang telah dikirim oleh rekan kerjanya. Setelah membaca isi surat itu, ia pun meneruskan email itu ke sejumlah stafnya dengan tambahan judul “Semoga hal ini tidak terjadi di RSI Bintaro”. Dia juga mengaku kalau Prita pernah dirawat di RSI Bintaro dari tanggal 12 hingga 16 Agustus setelah sebelumnya pindah dari RS Omni, namun Prita didiagnosa mengalami sakit gondongan. “Menurut dokter yang merawat prita, dia bukan sakit demam berdarah tapi gondongan,” ungkap Juniwati Ketika ditanya majelis hakim soal hasil laboratoriom yang diperbolehkan atau tidak jika diminta pasien, Ia mengatakan kalau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) RS International Bintaro membolehkan hal tersebut. "Kalau pasien minta boleh saja, tapi bukan aslinya melainkan copy-nya," terangnya keapda ketua majelis hakim Arthur Hangewa.(rangga)
BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill