Connect With Us

20 Ribu Ekstasi Senilai Rp 4,2 M Disita Polisi

| Rabu, 7 Oktober 2009 | 20:02

TANGERANGNEWS- Sedikitnya 20 ribu ekstasi jenis pink love dan 100 gram heroin senilai total Rp 4,2 miliar disita petugas Polres Jakarta Barat. Polisi menahan 3 tersangka yang berinisial ST (32), LWF alias LFU (33) dan JP alias AS (30). "Dua puluh ribu ekstasi dan seratus gram heroin itu rencananya akan dipasarkan ke wilayah Bali dan Palembang," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat Kompol Adex Yudiswan saat jumpa pers di Polres Jakbar, Rabu (7/10). Adex mengungkapkan, terungkapnya narkoba itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya paket yang mencurigakan yang dikirim melalui jasa pengiriman GICS, Jl Dr Susilo Raya, Grogol, Jakarta Barat. Namun, saat polisi akan melakukan penindakan, paketan tersebut sudah dikirimkan ke alamat yang dituju. Polisi kemudian melakukan pengejaran ke Palembang hingga akhirnya menangkap ST saat hendak mengambil paket tersebut di agen GICS cabang Palembang. Dari tangan ST, polisi menyita 20 ribu butir ekstasi. Selanjutnya, dari keterangan ST, polisi memperoleh informasi bahwa tersangka LWF juga hendak mendapat kiriman heroin di Jl By Pass, Sanur, Denpasar, Bali. Sebanyak 100 gram heroin kemudian disita dari tangan JP. (dtk)
BANDARA
Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:25

Sebagai gerbang utama transportasi udara yang beroperasi 24 jam dengan kompleksitas tinggi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaksanakan rangkaian evaluasi dan penguatan sistem

BISNIS
JNE Tangerang Borong 10 Unit Mobil Listrik Wuling Mitra EV untuk Efesiensi

JNE Tangerang Borong 10 Unit Mobil Listrik Wuling Mitra EV untuk Efesiensi

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:26

Langkah besar menuju logistik ramah lingkungan resmi diambil oleh JNE Tangerang di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill