Connect With Us

Dipukul Polisi, Tukang Becak Ngadu ke Pemkot

| Jumat, 23 Oktober 2009 | 17:16

TANGERANGNEWS-Belasan tukang becak yang biasa beroperasi di Kota Serang mendatangi kantor Pemkot Serang, siang ini. Para tukang becak ini, mengadukan tindakan oknum polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang, yang dituding telah banyak melakukan pemukulan kepada tukang becak saat menertibkan lalulintas. Dari informasi yang dihimpun, tukang becak yang datang itu umumnya biasa mangkal di Pasar Pagi Taman Sari, Kota Serang. Kedatangan mereka, diterima oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Serang Maskurdi, yang didampingi Kasat Intel Polres Serang, AKP Edi Gultom dan Kaur Lantas Polres Serang, IPTU Zaenudin di ruangan Satpol PP. Salah satu tukang becak yang pernah menjadi korban pemukulan yaitu, Darsono, 60. Laki-laki tua yang menjalani propesi sebagai tukang becak selama 20 tahun di Kota Serang ini, mengaku dipukul oleh oknum polisi dibagian kepal belakangnya. “Kepala bagaian belakang saya pernah dipukul,” terangnya. Tidak hanya Darson, nasib yang sama juga dialami oleh Juned, 32, yang mengaku ditendang oleh oknum polisi yang sedang menertibkan lalulintas. Dia mengaku pemukulan terhadapnya dialami sejak Selasa (20/10). “Gak ngomong gak apa, saya langsung ditendang mas,” ujar Juned. Menurut Juned, kalau Polisi menertibkan tukang becak dengan alasan ketertiban Taman Sari, seharunya polisi juga menertibkan kepada pedagang kakilima. “Karena disana juga banyak pedaggang yang berjualan hingga memakan badan jalan,” tuturnya. Hal yang sama juga dialami Romli, 43, dia mengakau becaknya pernah ditabrak oleh motor anggota polisi hingga becak dan dirinya tercebur ke got yang ada di Taman Sari. Menyikapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Serang, AKP Iin Wahyudi mengatakan, telah menerima pengaduan dari para tukang becak itu. Pihaknya akan melakukan penyelidikan kepada anggotanya siapa yang telah melakukan pemukulan tersebut. “Kami akan selidiki dulu siapa yang melakukan pemukulan,” terang AKP Iin saat dijumpai di Puspemkot Serang, kemarin. Menurutnya, kalau anggotanya terbukti melakukan pemukulan, dirinya akan memberikan sanksi tegas. “Sanksi yang akan diberikan ada tiga jenis tergantung kesalahan yang dilakukanya, dari teguran, mutasi hingga penundaan kenaikan pangkat,” ujarnya.(dira)
TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

KAB. TANGERANG
Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:08

Polisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

TANGSEL
Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Sudah Ditertibkan Masih Dipasang Diam-diam, Pemkot Tangsel Copot dan Sita Kabel Fiber Optik Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:28

Sejumlah kabel dan tiang fiber optik yang dipasang secara ilegal di beberapa ruas jalan utama ditertibkan dan disita tanpa ganti rugi oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill