Connect With Us

Waspada, Kegiatan Sosial jadi Kedok Gafatar

EYD | Rabu, 13 Januari 2016 | 10:21

Gerakan Fajar Nusantara (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penelaahan mengenai organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kejaksaan telah mengantongi alasan mengapa organisasi ini mudah menarik simpati masyarakat.

“Dalam melakukan kegiatan Gafatar berkedok melakukan aksi sosial (donor darah, sunatan masal, aksi bersih lingkungan, memberi bantuan modal) sehingga eksistensinya diakui masyarakat,” ujar Jamintel Adi Toegarisman dalam konferensi pers di Kejagung, Rabu (13/1/2016).

Adi yang merupakan Ketua Tim Pakem Kejagung ini mengatakan, saat ini Gafatar dipimpin oleh Mahful M Tumanurung dan sudah memiliki perwakilan di 34 DPD yang tersebar dari Aceh sampai dengan Papua. Organisasi ini menjamah daerah-daerah terpencil. “Bahwa keberadaan Gafatar saat ini sudah meluas sampai ke daerah-daerah terpencil,” ujar Adi.

Adi mengatakan, untuk dapat menjamah daerah terpencil itu, lagi-lagi Gafatar menggunakan cara halus yang menyita simpati.

“Di mana cara-cara yang dilakukan untuk menarik massa dengan cara aksi-aksi sosial, sehingga banyak masyarakat yang bersimpati dan bergabung dengan Gafatar,” kata Adi.

TANGSEL
Tak Lolos SMP Negeri? Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Rp1,8 Juta untuk Siswa di 94 SMP Swasta

Tak Lolos SMP Negeri? Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Rp1,8 Juta untuk Siswa di 94 SMP Swasta

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:58

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyiapkan program bantuan biaya pendidikan bagi calon peserta didik yang tidak diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill