Connect With Us

Waspada, Kegiatan Sosial jadi Kedok Gafatar

EYD | Rabu, 13 Januari 2016 | 10:21

Gerakan Fajar Nusantara (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penelaahan mengenai organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kejaksaan telah mengantongi alasan mengapa organisasi ini mudah menarik simpati masyarakat.

“Dalam melakukan kegiatan Gafatar berkedok melakukan aksi sosial (donor darah, sunatan masal, aksi bersih lingkungan, memberi bantuan modal) sehingga eksistensinya diakui masyarakat,” ujar Jamintel Adi Toegarisman dalam konferensi pers di Kejagung, Rabu (13/1/2016).

Adi yang merupakan Ketua Tim Pakem Kejagung ini mengatakan, saat ini Gafatar dipimpin oleh Mahful M Tumanurung dan sudah memiliki perwakilan di 34 DPD yang tersebar dari Aceh sampai dengan Papua. Organisasi ini menjamah daerah-daerah terpencil. “Bahwa keberadaan Gafatar saat ini sudah meluas sampai ke daerah-daerah terpencil,” ujar Adi.

Adi mengatakan, untuk dapat menjamah daerah terpencil itu, lagi-lagi Gafatar menggunakan cara halus yang menyita simpati.

“Di mana cara-cara yang dilakukan untuk menarik massa dengan cara aksi-aksi sosial, sehingga banyak masyarakat yang bersimpati dan bergabung dengan Gafatar,” kata Adi.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill