KPAI Sebut 19 Anak Alami Kekerasan Aparat saat Demo DPR RI
Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:10
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
TANGERANG – Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penelaahan mengenai organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kejaksaan telah mengantongi alasan mengapa organisasi ini mudah menarik simpati masyarakat.
“Dalam melakukan kegiatan Gafatar berkedok melakukan aksi sosial (donor darah, sunatan masal, aksi bersih lingkungan, memberi bantuan modal) sehingga eksistensinya diakui masyarakat,” ujar Jamintel Adi Toegarisman dalam konferensi pers di Kejagung, Rabu (13/1/2016).
Adi yang merupakan Ketua Tim Pakem Kejagung ini mengatakan, saat ini Gafatar dipimpin oleh Mahful M Tumanurung dan sudah memiliki perwakilan di 34 DPD yang tersebar dari Aceh sampai dengan Papua. Organisasi ini menjamah daerah-daerah terpencil. “Bahwa keberadaan Gafatar saat ini sudah meluas sampai ke daerah-daerah terpencil,” ujar Adi.
Adi mengatakan, untuk dapat menjamah daerah terpencil itu, lagi-lagi Gafatar menggunakan cara halus yang menyita simpati.
“Di mana cara-cara yang dilakukan untuk menarik massa dengan cara aksi-aksi sosial, sehingga banyak masyarakat yang bersimpati dan bergabung dengan Gafatar,” kata Adi.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
Demonstrasi yang terjadi, Kamis 28 Agustus 2025 di depan gedung DPR oleh berbagai elemen masyarakat, menunjukan jika Indonesia dengan sistem sekuler kapitalisme yang diterapkannya, sedang tidak baik-baik saja.
Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 berhasil mencatatkan capaian luar biasa dengan total transaksi mencapai Rp25,19 triliun selama gelaran berlangsung pada 14–24 Agustus 2025 di 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.