Connect With Us

MKD : Jika Terbukti Bersalah, Masinton Bisa Dipecat

EYD | Rabu, 3 Februari 2016 | 07:54

Tragedi Masinton Pasaribu dan Dita Aditia (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR masih akan membahas kasus dugaan penganiayaan Dita Aditia oleh anggota DPR dari F-PDIP Masinton Pasaribu. Jika terbukti, tidak boleh ada kompromi bagi pelakunya.

“Kalau ditanya kelanjutannya, kami akan rapimkan kembali apakah laporan ini langsung kita terima atau tunggu proses laporan di Bareskrim. Tidak ada kompromi terhadap pelaku kejahatan kalau terbukti,” kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).

Dita sudah lebih dahulu melaporkan Masinton ke Bareskrim Polri. Junimart berharap proses di Bareskrim bisa cepat. “Kita berharap proses di Bareskrim bisa secepat mungkin. Kita akan koordinasi, seperti saat kasus Ivan Haz. Kita dapat bukti-bukti dari Polda Metro,” ujar politikus PDIP ini.

Junimart sebelumnya mengadakan bahwa kasus penganiayaan bisa berujung pada sanksi berat. Sanksi berat bisa berupa pemberhentian sementara atau pemecatan dari DPR. Saat ini, ada dua versi dugaan penganiayaan tersebut. Dita mengaku dipukul dua kali di dalam mobil oleh Masinton. Sementara Masinton membantahnya.

Masinton menyebut Dita tak sengaja terkena tangan sopirnya yang sedang menyetir. Masinton mengelak Dita mengganggu sopir karena sedang mabuk, lalu tangannya ditepis dan tak sengaja wajahnya terpukul.

TANGSEL
Benyamin Target Tuntaskan Bedah 329 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Benyamin Target Tuntaskan Bedah 329 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:20

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.

PROPERTI
Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54

Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill