Connect With Us

Dua Hari Jalani Tes Kejiwaan, Jessica Stres

EYD | Jumat, 12 Februari 2016 | 07:34

Jessica Kumala Wongso (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Jessica Kumala Wangso 'maraton' menjalani rangkaian tes kejiwaan di RSCM. Tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin ini mengaku stres.

Jessica diinapkan di RSCM selama diobservasi oleh tim psikiater. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan tes ini sebagai upaya untuk mengetahui kondisi kejiwaan Jessica.

Menghadapi pemeriksaan ini, Jessica mengaku tertekan. Pada pemeriksaan Kamis 11 Februari, Jessica sempat jatuh sakit. "(Jessica) tes psikologi lagi. Tahu tuh polisi. Tadi sudah disuruh diberhentiin, karena kurang sehat," kata pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto.

Jessica, menurut Yudi, dalam kondisi stres karena menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim penyidik pada Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. "Stres dong, karena psikologis diperiksa bolak- balik, dua hari berturut-turut," imbuhnya.

Jessica masih menjalani tes kejiwaan hingga Jumat 12 Februari. Kombes Krishna menegaskan kondisi Jessica sehat. Hanya saja, polisi masih memerlukan Jessica untuk mendapatkan pemeriksaan oleh psikiater.

Menurut dia, penyidik masih terus menggali motif Jessica terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap Mirna, temannya yang tewas usai minum kopi traktirannya itu. Sebab, Jessica selama diperiksa sebagai tersangka tidak pernah mau mengaku.

Namun, Krishna berharap dengan alat dan metodologi yang digunakan oleh ahli psikiater ini mampu membaca kejiwaan Jessica.

 

BISNIS
Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Selasa, 14 April 2026 | 14:11

Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill