Connect With Us

Bank Swasta Mulai Turunkan Bunga

| Selasa, 2 Februari 2010 | 20:44

Suku Bunga (tangerangnews / dira)

 
TANGERANGNEWS-Bank Indonesia masih mengkaji pembentukan kesepakatan baru terkait suku bunga dana. Saat ini, BI lebih fokus pada penurunaN suku bunga kredit yang penurunnanya masih lambat.
 
Hal ini diungkap Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad usai rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, kemarin. Menurutnya, bank sentral tengah menyusun format pelaporan untuk meningkatkan efisiensi bank. Pasalnya, masalah efisiensi ini menjadi kunci besar kecilnya suku bunga kredit.
 
"Dalam bankers dinner sudah dibicarakan. Ada format pelaporan yang bisa membandingkan antara satu bank dengan bank lain. Khususnya masalah efisiensi," jelas Muliaman.
 
Dengan membandingkan tingkat efisiensi ini, Muliaman berharap bisa ditemukan benchmark suku bunga wajar. Sehingga, bank mau menurunkan margin bunga agar bunga kredit bisa turun. Dia mengakui sampai saat ini margin bunga masih terbilang tinggi. Sehingga, meski bunga dana turun, koreksi di bunga kredit terbilang lambat.
 
Kendati begitu, Muliaman mengatakan terdapat indikasi menggembirakan dari bank-bank swasta. Saat ini mereka berlomba memberikan mergin bunga rendah. Alhasil, bunga kredit yang ditawarkan pada debitur pun menurun.
 
"Tadi pagi gap-nya turun dari 6,23 jadi 6,08. Banyak bank swasta yang menawarkan margin lebih rendah sehingga bunganya turun," ungkap Muliman.

Muliaman berharap dengan semakin gencarnya ekspansi kredit, maka bunga akan turun dengan sendirinya. Dia mengingatkan, pematokan bunga rendah merupakan indikasi upaya bank menggenjot kredit. Pasalnya, akselerasi ekpansi kredit hanya bisa dilakukan dengan bunga rendah. (de)

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

TANGSEL
Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:01

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai wilayah dengan angka partisipasi pendidikan tertinggi di Provinsi Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill