Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Kondisi pandemi COVID-19 saat ini mengharuskan anak menjalani kegiatan belajar mengajar dari rumah (School From Home). Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi seluruh pelaku pendidikan, termasuk orangtua yang memegang peran utama sebagai pendidik bagi anak-anaknya di rumah.
Namun, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua/wali murid dalam pendampingan di tiap proses dan perkembangan pembelajaran anak melalui media digital. Apalagi jika orangtua kurang mengerti media digital.
Menyadari akan pentingnya peran orangtua, English First (EF) English Center for Kids and Teens menghadirkan solusi yang dapat mendukung orangtua dalam menghadapi tantanganya melalui Webinar Parenting bertajuk “The Rise of Digital Parenting”, Kamis (06/8/2020).
Hadir dalam Webinar tersebut tiga narasumber yakni Psikolog Peminatan Perkembangan Anak dan Remaja Irma Dianita, Regional Director EF English Centers for Kids and Teens Elisabeth Maria dan Director of Operation EF English Centers for Kids and Teens Christopher Lloyd.
Psikolog Peminatan Perkembangan Anak dan Remaja Irma Dianita membeberkan hal yang harus diketahui orang tua dalam mendampingi anak belajar melalui media digital.
Pertama kesiapan orang tua terhadap kondisi pandemi. Orang tua harus paham kondisi dan penanganan yang bisa dilakukan seperti protokol kesehatan hingga kebiasaan baru. Hal ini ini harus dijelaskan ke anak dengan cara yang hangat dan positif.

“Anak harus diberi tahu kalau sekarang ada batasan, tidak boleh ke sekolah, tidak boleh bersentuhan langsung dengan orang lain dan sebagainya. Pakai bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti,” jelas Irma.
Lalu, semakin tumbuh besar, anak kan mulai mengakses media digital. Orang tua pun memegang peranan utama dalan mengarahkan konten yang tepat bagi anaknya. Selain itu juga membatasi durasi penggunaanya.
“Perlu ada kesepakatan dengan anak. Misal penggunaan gadget, jangan sampai 2 jam berturut-turut, karena bisa menganggu kesehatan. Jangan sampai juga menganggu waktu tidur atau kebiasaan lainnya,” jelasnya.
Adapun jika menggunakan media digital, minimal 3 jam sehari. Si anak juga harus interaktif, jangan hanya diam di tempat. “Intinya harus ada kesepakatan di awal, agar lebih efektif,” ucap Irma.
Sementara Elisabeth mengatakan, sejak adanya Pembatasan Social Berskala Besar (PSBB) EF menjadi salah satu sektor usaha yang terpuruk. Namun sebelum masuk pandemi, pihaknya kita sudah melakukan persiapan dengan mengalihkan pembelajaran kelas ke online.
“Bedanya EF dengan sekolah formal, maksimal murid kita batasi. Satu guru maksimal delapan murid. Kita juga gunakan platform sendiri, guru bisa langsung interaksi dengan anak,” ujarnya.
Chriatopher Lloyd, Director of Operations EF English Centers for Kids and Teens menambahkan, EF menyadari pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak-anaknya. Pihaklnya juga sangat mengerti tantangan besar yang dihadapi orang tua dalam sistem pembelajaran digital yang diterapkan saat ini.
"Untuk itu, EF menghadirkan EF Parents, solusi yang dapat mendukung orang tua untuk tetap bisa melakukan peran besarnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran anak di era digital ini. Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu orang tua dalam pengawasan dan pendampingan anak-anaknya," katanya. (RAZ/RAC)
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
TODAY TAGPelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menempatkan tong komposter di sejumlah pasar tradisional guna mengurangi penumpukan sampah organik seperti sisa sayur dan buah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews