Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TANGERANGNEWSNEWS.com-Korban jebolnya tanggul Situ Gintung memilih di TPS 21,22 dan 23. Namun paling banyak korban Situ Gintung memilih di TPS 23.
Ketua TPS 23 RT 3/8 Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur Syafrudin Nero mengatakan, jumlah pemilih tetap di sana (TPS 23) sebanyak 378. Dari jumlah tersebut, berkurang 26 orang karena ada nama yang ganda 15 orang , sedangkan 10 orang tewas dan 1 orang tewas setelah mengalami sakit.
“Di sini merupakan TPS yang paling banyak menjadi korban Situ Gintung, 10 orang warga tewas, 1 tewas setelah sakit terkait bencana itu,” ucapnya, kepada tangerangnews.com.
Berdasarkan pantauan, para pengungsi berangkat dari lokasi pengungsian dengan menggunakan roda empat yang disediakan pemda sekitar pukul 08.00 WIB. Diantara para pengungsi itu banyak yang juga menggunakan roda dua yang mereka miliki bahkan ada juga yang naik ojek untuk menuju ke TPS 23. Sedangkan bus yang sedianya digunkan untuk mengantar dan menjemput mereka ke setiap TPS tampak tidak digunakan pengungsi. Di TPS 23 juga terlihat sepi dari pemilih meski Wali Kota Tangerang Selatan tampak meninjau lokasi TPS untuk para korban Situ Gintung yang berlokasi di kediaman Nurfariono. (adin)
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews