Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Mantan Ketua PWI Pusat Margiono meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular, Jakarta, pada Selasa 1 Februari 2022 pada pukul 09.45 WIB.
Ketua Umum Pengurus PWI Pusat, Atal S Depari mengonfirmasi berita duka tersebut. "Benar (kabar meninggal). Keluarga besar PWI sangat merasa kehilangan beliau," kata Atal seperti dikutip dari Detik, Selasa 1 Februari 2022.
Menurut Atal, Margiono terkenal sebagai sosok yang ramah dan humoris. "Beliau ini sangat ramah dengan siapapun. Beliau adalah ketua yang sangat humoris," tuturnya.
Margiono terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres PWI pada 2008. Dia menjabat ketua umum selama dua periode, yaitu 2008-2013 dan 2013-2018. Mendiang semasa hidupnya merupakan wartawan senior yang telah malang-melintang di dunia pers sejak zaman Orde Baru.
Karir jurnalistik Margiono dimulai dari wartawan Jawa Pos yang kemudian menjadi Pemimpin Redaksi koran itu. Lalu ia membesarkan Rakyat Merdeka, yang merupakan salah satu produk dari Jawa Pos mulai dari Pemimpin Redaksi hingga sempat menjadi Direktur Utama grup tersebut.
Almarhum Margiono juga terkenal dengan aksi beraninya yang menampilkan cover Presiden Soeharto berpakaian raja dalam kartu king di majalah D&R. Aksi itu berujung majalah tersebut kehilangan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP).
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPolresta Tangerang memperketat pengamanan di sejumlah titik perbatasan wilayah hukumnya, guna mengantisipasi dampak aksi unjuk rasa di DPR RI, Jakarta, pada Kamis 27 Agustus 2026 malam.
Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews