Connect With Us

Pemerintah Kaji Ubah Status Covid-19 Menjadi Endemi

Tim TangerangNews.com | Senin, 28 Februari 2022 | 12:09

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (@TangerangNews / Dok. BNPB)

TANGERANGNEWS.com–Pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan protokolnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya juga mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo mengenai strategi dari pandemi menjadi endemi. “Kami sudah siapkan protokolnya," kata dalam keterangan pers , Minggu 27 Februari 2022.

Presiden Jokowi, menurut Budi, meminta agar keputusan tersebut dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan berbagai pendekatan baik dari sisi sains, kesehatan, sosial, budaya, dan ekonomi.

"Arahan Bapak Presiden agar diterapkan dengan hati-hati dan agar pertimbangan saintifik-nya,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, pertimbangan kesehatannya digunakan secara berimbang dengan pertimbangan sosial, budaya maupun ekonomi. 

Menurut Budi, di berbagai negara yang telah mencabut berbagai pembatasan terkait Covid-19, mereka melakukan pertimbangan dengan berbagai pendekatan.

Budi melanjutkan bahwa pertimbangan tersebut tidak hanya pendekatan kesehatan dan saintifik saja. "Kami memahami bahwa tak bisa hanya pertimbangan kesehatan atau saintifik saja yang digunakan dan itu juga yang terjadi di negara-negara lain," ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Budi,  Presiden Jokowi meminta kajian pertimbangan berbagai pendekatan tersebut dilakukan secara seimbang, sehingga pemerintah dapat menghasilkan keputusan yang baik dan tepat.

NASIONAL
Sah! 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026

Sah! 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 20:21

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill