Connect With Us

Airlangga-Puan Bakal Capres Direncanakan Bertemu Pekan Depan

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 28 September 2022 | 06:46

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto direncanakan bertemu Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam waktu dekat. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com—Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto direncanakan bertemu Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam waktu dekat. Kabar pertemuan ini dikonfirmasi Ketua DPP PDIP Said Abdullah. 

Menurut Said, pertemuan Puan dan Airlangga direncanakan digelar pada pekan depan. “Insya Allah dalam satu-dua minggu ini,” tutur Said Abdullah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 27 September 2022.

Sebelumnya, rencana pertemuan Airlangga dan Puan juga diungkapkan Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto. Ia mengaku, PDIP sudah berkomunikasi dengan Golkar terkait rencana pertemuan ini setelah Airlangga kembali dari luar negeri. Rencana pertemuan keduanya hanya tinggal menunggu kecocokan waktu.

"Itu lebih kepada kecocokan waktu, dan kami sudah komunikasi dengan Pak Airlangga,” kata Utut.

Rencana pertemuan ini merupakan tindak lanjut gagalnya pertemuan pada bulan lalu. Saat itu, Airlangga berhalangan bertemu Puan karena mendampingi Presiden Joko Widodo di Lampung. Setelah itu, pertemuan rencana pertemuan kembali dirancang kedua belah pihak.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengakui, salah satu hal yang akan dibahas Airlangga dan Puan yakni soal Pemilu 2024. Namun, ia mengaku, pembahasan pemilu oleh kedua pimpinan parpol wajar dilakukan karena merupakan salah satu persoalan bangsa. Terlebih, baik Airlangga maupun Puan mewakili partainya masing-masing.

Baca juga: Survei CSIS Sebut Golkar Jadi Partai Paling Populer di Kalangan Pemilih Muda

"Apa persoalan bangsa dan negara? Apa yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang, termasuk yang kita hadapi dalam tahun-tahun mendatang, termasuk soal Pemilu. Pemilu kan menjadi apa yang dibicarakan oleh semua orang, biasa aja," ujarnya

Kedua tokoh diprediksi bakal menjadi penentu Pilpres 2024. Sebab, Airlangga sendiri menjadi motor terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Golkar, PAN, dan PPP. Koalisi ini sudah memenuhi syarat pencalonan presiden.

Di sisi lain, Puan digadang-gadang bakal diusung PDIP sebagai calon presiden 2024. Tanpa berkoalisi, PDIP sudah cukup untuk mengusung pasangan calon di Pilpres 2024. 

Terlebih, safari politik Puan merupakan mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Artinya, dalam setiap pertemuan dengan ketua umum partai, Puan mewakili Megawati sebagai representatif PDIP.

Baik Airlangga maupun Megawati, disebut sebagai king atau queen maker di Pilpres nanti, selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfarabi pernah menyebut, dari tiga tokoh tersebut, Airlangga menjadi King Maker paling lengkap.

"Karena selain mempunyai kapasitas untuk menjadi king maker di 2024, Airlangga Hartarto masih punya potensi menjadi capres maupun cawapres," kata Adjie.

BANTEN
Polda Banten Tangkap 2 Mucikari Prostitusi Online, Janjikan Korban Gaji Rp3,5 Juta Per Minggu

Polda Banten Tangkap 2 Mucikari Prostitusi Online, Janjikan Korban Gaji Rp3,5 Juta Per Minggu

Jumat, 3 April 2026 | 19:23

Subdit IV Ditreskrimum Polda Banten meringkus dua orang berinisial AN, 29, dan TH, 23, terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus Pekerja Seks Komersial (PSK) berbasis aplikasi daring online.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Pemerintah memastikan rencana kegiatan belajar mengajar secara online atau daring bagi siswa sekolah yang sempat diwacanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan.

OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill