Connect With Us

Hati-hati, Nama Produk Tak Sesuai Bisa Ditolak Sertifikasi Halal

Fahrul Dwi Putra | Senin, 25 September 2023 | 18:13

Ilustrasi sertifikat halal. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sertifikasi halal merupakan faktor penting dalam dunia produk dan makanan. Ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga memiliki dampak besar pada pasar global. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan kriteria tertentu sebelum menetapkan suatu produk mendapatkan sertifikasi halal. Salah satunya ialah pemilihan merek atau nama produk.

Pasalnya, merek atau nama produk memiliki peranan penting sebagai representasi dari produk tersebut, baik dalam hal barang maupun jasa yang akan ditawarkan kepada para konsumen.

Merek juga memiliki peranan sebagai tolak ukur tingkat valuasi penjualan suatu produk barang maupun jasa di pasar.

Dewan Ulama melalui LPPOM MUI telah mengatur ketentuan penulisan menu atau merek yang sesuai.

Aturan ini berlaku bagi menu atau merek yang sudah terdaftar maupun belum. Jika tidak sesuai, maka sertifikat halal tidak dapat diperoleh.

Dalam proses sertifikasi halal, ada kriteria ketat terkait dengan nama produk atau merek yang diperbolehkan. Ini adalah beberapa kategori nama produk yang umumnya ditolak seperti dilansir dari akun Instagram @indonesiabaik.id, Selasa, 26 September 2023.

1. Nama Produk Mengandung Nama Minuman Keras

Produk dengan nama yang mengandung kata-kata terkait minuman beralkohol, seperti Rootbeer, es krim rasa rhum raisin, atau bahkan bir 0 persen alkohol, cenderung ditolak. Ini dilakukan untuk menghindari asosiasi dengan alkohol, yang dilarang dalam Islam.

2. Nama Produk Mengandung Nama Babi dan Anjing serta Turunannya

Nama produk yang mengandung kata-kata yang berhubungan dengan babi atau anjing, serta produk turunannya, seperti babi panggang atau beef bacon, tidak akan memenuhi syarat halal. Keduanya dianggap haram dalam agama Islam.

3. Nama Produk Mengandung Kata-kata Berkonotasi Erotis, Vulgar, dan Porno

Produk dengan nama yang memiliki konotasi erotis, vulgar, atau porno akan ditolak dalam proses sertifikasi halal. Ini dilakukan untuk menjaga kesucian dan integritas produk yang disertifikasi halal.

4. Nama Produk Mengandung Nama Setan

Nama produk yang mengandung kata-kata yang merujuk kepada setan, seperti Rawon setan, es pocong, atau mi ayam kuntilanak, umumnya dihindari. Hal ini dilakukan untuk menghormati nilai-nilai agama dan menghindari penggunaan kata-kata yang merujuk kepada unsur-unsur negatif dalam Islam.

5. Nama Produk Mengarah Kepada Hal-hal yang Menimbulkan Kekufuran dan Kebatilan

Produk dengan nama yang mengarah kepada hal-hal yang menimbulkan kekufuran dan kebatilan juga tidak akan mendapatkan sertifikasi halal. Proses sertifikasi halal bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang disertifikasi selaras dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Dalam semua kasus ini, sertifikasi halal bertujuan untuk memastikan bahwa nama produk atau merek tidak menyinggung nilai-nilai keagamaan dan etika Islam, sehingga konsumen Muslim dapat mengonsumsinya dengan keyakinan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

KAB. TANGERANG
Remaja 16 Tahun Asal Tasikmalaya Diduga Kabur, Ditemukan di Apartemen PIK 2 Tangerang

Remaja 16 Tahun Asal Tasikmalaya Diduga Kabur, Ditemukan di Apartemen PIK 2 Tangerang

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:38

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun berinisial DL yang dilaporkan hilang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill