Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com- Sebentar lagi insan pers seluruh Indonesia akan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-78, yang jatuh pada 9 Februari 2024.
Penetapan HPN ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres R) Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.
Adapun peringatan Hari Pers Nasional bertepatan dengan berdirinya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 silam.
Pada HPN ke-78 2024, peringatan akan dilaksanakan di DKI Jakarta dengan tema yang diusung masih berkesinambungan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Tema HPN ke-78 2024 ialah "Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa". Sementara logo, masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni tulisan HPN dengan warna dominan merah.
Namun, ditambah tiga maskot dengan bentuk ciri khas dari DKI Jakarta, yakni Monas, Ondel-ondel, dan Macan Oranye.
Logo HPN ke-78 2024 dapat diunduh di situs resmi PWI atau melalui tautan berikut ini:
Sejarah Hari Pers Nasional
Salah satu hasil keputusan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-28 di Padang, Sumatera Barat pada tahun 1978 adalah keinginan bersama komunitas pers untuk menetapkan suatu hari bersejarah sebagai penghormatan terhadap peran dan eksistensi pers di tingkat nasional.
Keinginan tersebut diajukan kepada pemerintah melalui Dewan Pers, yang kemudian menetapkan Hari Pers Nasional (HPN) dalam sidangnya di Bandung pada 19 Februari 1981.
HPN diadakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari, yang bertepatan dengan ulang tahun PWI. Penetapan ini diatur melalui Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985.
Dewan Pers juga menetapkan bahwa perayaan HPN dilakukan secara bergantian di ibukota provinsi di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan HPN melibatkan kerjasama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah, khususnya pemerintah daerah yang menjadi tuan rumah.
Keputusan ini diambil dalam sidang Dewan Pers ke-26 di Ambon pada 11-13 Oktober 1985. Berbagai kegiatan diadakan untuk merayakan HPN, termasuk Pameran Pers dan Media yang melibatkan seluruh komponen pers nasional, media, dan pendukung lainnya.
Selain itu, ada Konvensi Nasional Media Massa, penyerahan Anugerah Jurnalistik dan Pers, Bakti Sosial, dan hiburan rakyat.
HPN menjadi platform untuk silaturahmi dan penyatuan pemikiran demi kemajuan pers dan bangsa Indonesia secara umum.
Kegiatan ini menjadi acara tahunan terbesar dan paling prestisius bagi komponen pers di Indonesia.
Prinsip dasar HPN adalah sinergi, menciptakan harmoni antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita (umbul-umbul) yang membentuk huruf HPN dalam logonya.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews