Connect With Us

Heboh AstraZeneca Akui Vaksinnya Punya Efek Samping, Begini Kata Kemenkes

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 7 Mei 2024 | 08:52

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Belakangan ini masyarakat dunia dihebohkan dengan pengakuan vaksin AstraZeneca memiliki efek samping.

Disebut, AstraZeneca memiliki efek samping langka, yakni Trombosis dengan Sindrom Trombositopenia (TTS), yang ditandai dengan oleh pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah.

Menanggapi itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) membenarkan adanya efek pasca menerima vaksinasi AstraZeneca, namun hanya dalam rentang waktu maksimal enam bulan.

"Efek samping atau kejadian ikutan pasca-imunisasi rentang waktunya adalah empat sampai 42 hari dan paling lama adalah enam bulan sesudahnya," ungkap Karo Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Selasa, 7 Mei 2024.

Menurutnya, penyakit yang diderita penerima vaksin dalam waktu lebih dari enam bulan artinya bukan berasal dari AstraZeneca.

"Kalau ada penyakit pembekuan darah, itu hampir bisa dipastikan bukan karena AstraZeneca," tegasnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik terhadap pemberitaan terkait efek samping AstraZeneca. Sebab, surveilans dari Komisi Nasional (Komnas) Pengkajian dan Penanganan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) tidak ditemukan adanya efek samping berupa gejala pembekuan darah tersebut.

HIBURAN
Gaya Idol di Atas Panggung, 86 Anak Ramaikan Kids Dance Competition Paramount Petals

Gaya Idol di Atas Panggung, 86 Anak Ramaikan Kids Dance Competition Paramount Petals

Senin, 28 September 2026 | 09:07

Panggung Community Club Paramount Petals diramaikan aksi 86 anak dan remaja yang tampil bak idol dalam Paramount Petals Kids Dance Competition 2026.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill