Connect With Us

Waduh, Orang Indonesia Sering Konsumsi Plastik dari 5 Sumber Ini

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 5 Juli 2024 | 22:37

Ilustrasi kantong plastik belanja. (merdeka.com / merdeka.com)

TANGERANGNEWS.com-Plastik telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern. Namun, tanpa disadari, plastik juga masuk ke dalam tubuh setiap hari dari berbagai sumber yang kerap ditemui.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology, rata-rata orang Indonesia menelan sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan. Sedangkan, Malaysia dan Filipina mengikuti di urutan kedua dan ketiga.

Berikut adalah beberapa produk sehari-hari yang sering kali menjadi sumber mikroplastik, menurut laporan dari Euro News, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat, 5 Juli 2024.

1. Gelas Kertas

Menggunakan gelas kertas untuk minuman panas dapat memicu pelepasan bahan kimia seperti fluorida, klorida, sulfat, dan nitrat. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hazardous Materials tahun 2021 menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam minuman. Solusi yang lebih aman adalah menggunakan wadah minuman yang kedap udara dan tahan karat.

2. Teh Celup

Banyak kantong teh terbuat dari plastik polipropilen, yang tidak ramah lingkungan. Bahkan kantong teh kertas pun sering kali dilapisi plastik. Penelitian dari Dow University of Health Sciences pada tahun 2023 menemukan bahwa menyeduh teh dengan air panas dapat melepaskan miliaran mikroplastik. 

Alternatif yang lebih baik adalah menggunakan teko besi atau saringan logam, atau memilih kantong teh dari katun.

3. Wadah Es Batu Plastik

Seperti halnya air kemasan, wadah es batu plastik juga dapat mengontaminasi es dengan mikroplastik. Pembekuan plastik dapat menyebabkan pelepasan mikroplastik ke dalam air. 

Pilihan yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan wadah es batu dari baja tahan karat atau silikon.

4. Wadah Makanan Microwave

Produk plastik yang diklaim aman untuk microwave bisa melepaskan mikroplastik saat dipanaskan. Penelitian dari Universitas Nebraska-Lincoln pada tahun 2023 menunjukkan bahwa makanan bayi dalam kemasan plastik tertentu dapat mengandung hingga 4 juta mikroplastik per sentimeter persegi setelah dipanaskan. Sebaiknya hindari produk plastik dengan kandungan ftalat, stirena, dan bisfenol.

5. Talenan Plastik

Talenan plastik juga dapat menjadi sumber mikroplastik dalam makanan. Penelitian dari American Chemical Society (ACS) menunjukkan bahwa penggunaan talenan plastik dapat memindahkan hingga 79,4 juta mikroplastik polipropilena setiap tahunnya ke makanan. Alternatif yang lebih baik adalah talenan kaca atau talenan bebas plastik yang terbuat dari serat kertas tahan lama.

PROPERTI
Paramount Land Ajak Masyarakat Eksplor Properti di Living World Alam Sutera

Paramount Land Ajak Masyarakat Eksplor Properti di Living World Alam Sutera

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Masyarakat yang sedang mencari hunian atau peluang investasi properti kini punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan dari Paramount Land melalui ajang Paramount Land Big Exhibition 2026.

BANDARA
Haji 2026, Injourney Airports Hadirkan Layanan Mecca Route hingga Embarkasi Terintegrasi

Haji 2026, Injourney Airports Hadirkan Layanan Mecca Route hingga Embarkasi Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 | 22:00

Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.

TANGSEL
Mantan Suami Habisi Nyawa Istri Siri untuk Gasak Perhiasan di Serpong

Mantan Suami Habisi Nyawa Istri Siri untuk Gasak Perhiasan di Serpong

Senin, 20 April 2026 | 20:57

Tim Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa seorang wanita berinisial I, 49.

BANTEN
Inspiratif, Perjalanan Rina Rahmayanti Bangun UMKM Inklusif Lewat Batik

Inspiratif, Perjalanan Rina Rahmayanti Bangun UMKM Inklusif Lewat Batik

Rabu, 22 April 2026 | 09:36

Perjuangan Kartini terus berlanjut hingga era masa kini dengan bermunculan penerus semangat Kartini di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik dari Cilegon, Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill