Connect With Us

Jangan Panik atau Mundurkan Kendaraan saat Saldo E-Toll Kurang, Ini yang Harus Dilakukan

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 28 Januari 2025 | 08:16

Gerbang Tol Merak ruas Tol Tangerang-Merak. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Kehabisan saldo e-toll di gerbang tol memang bisa bikin panik, apalagi kalau antrean kendaraan di belakang sudah mulai panjang. Namun, jangan sampai kepanikan berujung pada memundurkan kendaraan atau putar balik, karena tindakan tersebut justru bisa dikenakan denda yang cukup besar.  

Menurut Media Relation and Promotion Section Head Jasa Marga, Irwansyah, saldo e-toll yang kurang saat berada di gerbang tol sebenarnya tidak dikenakan denda. Namun, jika pengemudi nekat mundur atau berbalik arah untuk mengisi saldo justru bisa terkena denda Asal Gerbang Salah (AGS) yang besarnya dua kali lipat tarif tol terjauh.  

Lalu, apa yang harus dilakukan jika saldo e-toll tidak cukup saat berada di gerbang tol? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dilansir dari GridOto.  

1. Jangan Memundurkan Kendaraan, Panggil Petugas 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan mundurkan kendaraan. Tekan tombol bantuan yang ada di gardu pembayaran untuk memanggil petugas. 

Biasanya, tombol ini terletak dekat dengan tombol cetak struk. Petugas akan datang dan memberikan solusi terbaik untuk situasi ini.  

2. Minta Bantuan Petugas di Sekitar Gerbang Tol  

Jika tombol bantuan tidak berfungsi atau butuh bantuan lebih cepat, pengemudi juga bisa memanggil petugas tol secara langsung. Jelaskan bahwa saldo e-toll kamu kurang, dan petugas akan memberikan arahan. Dalam beberapa kasus, petugas bisa membantu mengisi saldo langsung atau mengarahkanmu ke lokasi top-up terdekat.  

3. Lakukan Top-Up Menggunakan Mobile Banking  

Banyak bank kini menyediakan fitur top-up e-toll lewat mobile banking. Jika pengemudi memiliki aplikasi mobile banking dari bank yang sesuai dengan kartu e-toll yang digunakan, coba segera lakukan isi ulang langsung dari ponsel. Setelah saldo bertambah, tempelkan kembali kartu e-toll di mesin untuk melanjutkan perjalanan.  

4. Isi Saldo di Gerai Minimarket atau Rest Area  

Jika tidak bisa melakukan top-up di tempat, pengemudi bisa mengisi saldo di rest area terdekat atau di gerai minimarket yang menyediakan layanan isi ulang e-toll. Namun, sebelum diarahkan ke sana, biasanya petugas akan meminta pembayaran tunai terlebih dahulu agar pengemudi bisa keluar dari gerbang tol.  

5. Jangan Ganti Kartu E-Toll  

Dalam sistem tol transaksi tertutup, pengemudi diwajibkan menggunakan kartu e-toll yang sama saat masuk dan keluar tol. Jika kartu yang digunakan saat keluar berbeda dari kartu saat masuk, sistem akan menganggap pengemudi menerobos tol dan secara otomatis mengenakan denda dua kali lipat tarif terjauh di ruas yang sama.  

Demikian langkah-langkah menghadapi saldo e-toll yang kurang di gerbang tol bukanlah hal yang perlu dipanikkan. Jangan mundur atau putar balik, karena itu justru bisa membuat terkena denda yang lebih besar.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill