Connect With Us

Bisakah Pria Tanpa Sperma Memiliki Anak? Begini Penjelasan Dokter

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 26 Maret 2025 | 17:50

Ilustrasi pria pengidap azoospermia (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Banyak pasangan suami istri mendambakan kehadiran buah hati sebagai pelengkap kebahagiaan rumah tangga. Namun, bagi sebagian pria, terdapat kondisi medis tertentu menghambat proses kehamilan. 

Salah satu kondisi yang sering menjadi penyebab infertilitas adalah azoospermia, yaitu tidak ditemukannya sperma dalam cairan ejakulasi. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini bukan berarti seorang pria tidak bisa memiliki anak.  

Azoospermia terjadi ketika testis tidak menghasilkan sperma atau sperma yang diproduksi tidak dapat keluar karena adanya sumbatan di saluran reproduksi. 

Ada dua penyebab utama yang bisa memicu kondisi ini. Pertama, jika sperma sebenarnya masih diproduksi tetapi terhambat akibat penyumbatan di saluran sperma, maka kemungkinan masih ada solusi melalui prosedur medis tertentu. 

Kedua, jika tubuh tidak memproduksi sperma sama sekali, penyebabnya bisa berasal dari faktor genetik, gangguan hormon, atau kondisi medis lain yang memengaruhi fungsi testis.  

Banyak pria baru mengetahui kondisi ini setelah mengalami kesulitan memiliki anak. Untuk memastikan diagnosisnya, dokter biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan medis, mulai dari analisis sperma untuk melihat keberadaan sperma dalam cairan ejakulasi, tes hormon untuk mengevaluasi keseimbangan hormon dalam tubuh, hingga pemeriksaan lanjutan seperti USG skrotum atau biopsi testis guna mengetahui apakah masih ada produksi sperma yang terjadi.  

Dokter Spesialis Andrologi di Bethsaida Hospital dr. Widya Juwita, M.Biomed, Sp.And, menjelaskan, kondisi ini masih dapat diatasi dengan langkah medis yang tepat. 

"Azoospermia bukan berarti pria tidak bisa memiliki anak. Dengan pemeriksaan yang tepat, kita bisa menentukan penyebabnya dan memberikan solusi yang sesuai, baik melalui terapi hormon, pembedahan, atau teknik reproduksi berbantu seperti IVF (in Vitro Fertilization)," paparnya.

Meski sperma tidak ditemukan dalam air mani, ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk tetap mewujudkan kehamilan. Jika penyebabnya adalah penyumbatan di saluran sperma, dokter dapat melakukan prosedur pembedahan untuk mengatasi masalah tersebut. 

Dalam beberapa kasus, sperma bisa langsung diambil dari testis menggunakan teknik medis tertentu. 

Jika faktor hormonal menjadi penyebab utama, terapi hormon dapat membantu merangsang produksi sperma. Sementara itu, teknologi seperti In Vitro Fertilization (IVF) dengan metode Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) memungkinkan pembuahan tetap terjadi meskipun hanya sedikit sperma yang berhasil diperoleh.  

General Manager Medis Bethsaida Hospital dr. Luxandre menambahkan, fasilitas Klinik Andrologi di Bethsaida Hospital telah dikembangkan untuk menangani berbagai masalah kesuburan pria, termasuk azoospermia.

"Dengan dokter spesialis yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah kesehatan hormonal dan reproduksi pria, termasuk azoospermia. Kami menawarkan layanan diagnostik terkini, terapi hormonal, hingga prosedur bedah dan teknik reproduksi berbantu untuk membantu pasangan mewujudkan impian memiliki buah hati," katanya. 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill