Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com- Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp200.000 per bulan kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah namanya terdaftar sebagai penerima bantuan ini, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyediakan layanan pengecekan data secara online melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Lalu, bagaimana cara mengecek apakah terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak? Berikut caranya.
Untuk diketahui, pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan KTP agar sistem dapat mengenali secara tepat. Jika nama tidak muncul sebagai penerima, besar kemungkinan belum terdaftar sebagai KPM atau terjadi ketidaksesuaian data.
Program bansos ini merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah berharap bantuan ini bisa digunakan secara bijak dan tepat sasaran.
Bagi yang merasa berhak tapi belum terdaftar, dapat mengajukan aduan atau melakukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Playstore.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026, mulai memengaruhi pola pembelian masyarakat di sejumlah SPBU wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews