Connect With Us

Apindo Ingatkan Pemerintah Tidak Gegabah Tetapkan UMP 2026

Fahrul Dwi Putra | Senin, 1 Desember 2025 | 11:48

Ilustrasi Buruh. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah mempertimbangkan secara matang rencana kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. 

Sebab, besaran UMP pada tahun depan dinilai akan berpengaruh besar terhadap iklim investasi di Indonesia.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan, keputusan mengenai nilai UMP tidak boleh dibuat tergesa-gesa.

Menurut Bob, peningkatan upah yang terlalu tinggi dapat berdampak pada minat investor untuk masuk maupun tetap beroperasi di Indonesia.

"Jadi upah minimum itu jangan sampai mengusir investasi, (dan) yang ingin masuk. Karena banyak pencari kerja di Indonesia," ujarnya, dikutip dari inilah.com, Senin, 1 Desember 2025.

Bob menyarankan agar penyesuaian upah dibicarakan secara bipartit antara pengusaha dan pekerja. 

Kata dia, pelaku usaha selama ini telah mengikuti penetapan UMP di seluruh sektor, namun tetap menilai bahwa upah minimum menjadi salah satu faktor yang menentukan keputusan investasi.

"Jadi artinya kalau upahnya tinggi, ya dia nggak datang, artinya dia nggak investasi di Indonesia. Karena pasti nanti nggak mampu bayar, akibatnya tidak comply. Nah akhirnya mereka pindah," ungkapnya.

Serupa, Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar mengatakan, besaran UMP 2026 sangat dinantikan dunia usaha karena turut mempengaruhi daya saing industri dan tenaga kerja Indonesia.

"Jadi kita ini sebetulnya pengusaha atau pelaku usaha ini tidak khawatir, tidak takut untuk membayar rupa tinggi atau pemahaman. Namun yang kita khawatirkan, kalau kita itu, kita membayar rupa itu kemahalan. Ya kemahalan ini artinya di sini adalah unsur daya saing, ada unsur daripada produktivitas itu sendiri," terangnya.

Sanny menambahkan, pengusaha merasa telah memberikan upah secara adil. Namun, peningkatan nilai upah harus dibarengi dengan kenaikan produktivitas pekerja.

"Jadi sebetulnya yang fair, yang diukur itu yang dibandingkan dengan negara lain, itu bukan tingginya daripada upahnya, namun produktivitasnya. Karena produktivitas itu sudah mewakili rasio antara upah yang dibayarkan dengan output yang dihasilkan oleh pekerja," pungkasnya.

SPORT
Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Jumat, 24 April 2026 | 12:52

Persita Tangerang kembali menelan hasil buruk usai kalah 0-1 dari Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Kamis, 23 April 2026.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill