Connect With Us

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Pengendara lawan arah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

Praktik melawan arus di jalan raya sering kali dianggap sebagai hal lumrah oleh sebagian pengendara sepeda motor, terutama saat terjebak kemacetan atau ingin mencapai tujuan yang terasa dekat.

Padahal pelanggaran ini menjadi pemicu utama kecelakaan fatal. Dampaknya beragam, mulai dari luka ringan hingga menelan korban jiwa.

 

Sanksi Hukum: Dari Denda hingga Pidana Penjara

Pemerintah tidak main-main dalam menindak pelanggar lawan arah. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi yang menanti sangat berat:

 

-Pelanggaran Rambu & Marka

Sesuai Pasal 287 Ayat 1, pengendara yang melawan arus dapat dikenakan denda maksimal Rp500.000 atau pidana kurungan dua bulan.

 

-Kelalaian yang Menyebabkan Kecelakaan

Jika tindakan melawan arah mengakibatkan kecelakaan berat, Pasal 310 Ayat 4 menegaskan pelanggar dapat dijerat pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp10.000.000.

“Banyak pengendara merasa melawan arah adalah solusi cepat, padahal risikonya sangat besar. Keselamatan tidak bisa ditawar hanya demi menghemat waktu beberapa menit,” tegas Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Minggu 11 Januari 2026.

 

Lima Risiko Fatal 

Selain ancaman hukum, melawan arah membawa dampak nyata yang merugikan secara fisik dan psikis:

  1. Risiko tabrakan frontal yang sangat tinggi, karena kendaraan datang dari arah yang tidak semestinya dan sulit diantisipasi.
  2. Cedera berat hingga fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor yang minim perlindungan saat terjadi benturan.
  3. Memicu kecelakaan beruntun, akibat pengendara lain melakukan pengereman mendadak atau manuver spontan untuk menghindar.
  4. Kerugian materi, mulai dari biaya perbaikan kendaraan, pengobatan, hingga kehilangan produktivitas.
  5. Dampak psikologis dan sosial, baik bagi korban, keluarga, maupun pengguna jalan lain yang terlibat atau menyaksikan kejadian tersebut.

Melihat maraknya fenomena pengendara lawan arah tersebut, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) melalui Safety Riding Promotion (SRP) terus gencar mengedukasi masyarakat Jakarta-Tangerang untuk selalu menerapkan budaya #Cari_aman.

Pengendara dihimbau untuk merencanakan waktu perjalanan dengan baik agar tidak terburu-buru, serta selalu menghormati hak pengguna jalan lain.

“Jangan jadikan lawan arah sebagai alasan untuk memangkas jarak dan waktu. Lebih baik memutar sedikit daripada mempertaruhkan nyawa dan masa depan Anda di penjara,” tutup Agus Sani.

OPINI
Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:36

Di era digital pada saat ini bagian yang tidak terpisahkan atau tidak bisa kita tinggalkan di kehidupan kita sebagai manusia adalah komunikasi yang di mana komunikasi itu bisa membuat atau menyampaikan berbagai informasi dengan cepat.

BANTEN
Debt Collector Bacok Anggota Brimob Polda Banten saat Tarik Paksa Kendaraan, 2 Diringkus 11 Diburu

Debt Collector Bacok Anggota Brimob Polda Banten saat Tarik Paksa Kendaraan, 2 Diringkus 11 Diburu

Rabu, 3 Juni 2026 | 21:12

Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam perampasan kendaraan disertai penganiayaan terhadap dua personel Satuan Brimob Polda Banten.

KOTA TANGERANG
Truk Boks Mendadak Terbakar Dekat Pasar Tanah Tinggi, Sopir Luka Bakar

Truk Boks Mendadak Terbakar Dekat Pasar Tanah Tinggi, Sopir Luka Bakar

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:02

Satu unit truk boks terbakar saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Kamis 4 Juni 2026, siang.

AYO! TANGERANG CERDAS
SPMB Kota Tangerang 2026 Dibagi 3 Wilayah, Orangtua Wajib Cek Zona Domisili Sekolah

SPMB Kota Tangerang 2026 Dibagi 3 Wilayah, Orangtua Wajib Cek Zona Domisili Sekolah

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill