Connect With Us

Prabowo Klaim Ada Keterlibatan Kekuatan Asing di Balik Aksi Demonstrasi di Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 3 Februari 2026 | 10:44

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memberikan keterangan pers terkait Brimob menabrak dan melindas driver ojol, Kamis, 28 Agustus 2025. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Presiden Prabowo Subianto meyakini sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia mengaku memiliki bukti adanya keterlibatan “kekuatan asing” yang berada di balik pergerakan kelompok-kelompok tertentu dalam aksi unjuk rasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo menilai sebagian kelompok yang turun ke jalan, baik disadari maupun tidak, telah dipengaruhi pihak luar.

“Jadi kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya, yakin saya, dan saya punya bukti,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Ia menjamin kebebasan menyampaikan pendapat, selama dilakukan secara damai dan tidak mengarah pada tindakan kekerasan.

Namun, Prabowo mengingatkan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila aksi unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan. 

Menurutnya, tujuan yang diharapkan oleh pihak-pihak tertentu bukanlah sekadar demonstrasi, melainkan kekacauan yang dapat merugikan bangsa.

“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia (kekuatan asing) tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tindakan anarkistis yang kerap muncul dalam sejumlah aksi, seperti pembakaran dan penggunaan bom molotov.

Perbuatan tersebut, kata Prabowo, merupakan tindak pidana yang membahayakan keselamatan publik.

“Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana. Saya tidak ragu-ragu. Kalau demo, silakan. Tapi bagaimana mau demo, kamu 5 ribu kali demo, tidak akan ada satu pabrik dibuka,” kata Prabowo.

Sebagaimana diketahui, pada akhir Agustus 2025, demonstrasi besar sempat terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Aksi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi hingga kebijakan pemerintah, termasuk keputusan DPR terkait pemberian tunjangan perumahan bagi anggota dewan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

Unjuk rasa yang berlangsung selama beberapa hari itu di sejumlah titik berujung ricuh. Aparat keamanan mencatat sebanyak 3.195 orang ditangkap dalam rentang waktu 25 hingga 31 Agustus 2025.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

PROPERTI
Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Senin, 2 Februari 2026 | 14:00

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengumumkan para pemenang BTN Housingpreneur 2025 dalam seremoni penutupan BTN Expo 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu, 31 Januari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill