Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
Oleh: Wulan Suci, Mahasiswi London School of Public Relation
TANGERANGNEWS.com-Tingkat saturasi oksigen saat ini menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi penderita Covid-19. Dimana terkadang para penderita Covid-19 ini seringkali mengalami penurunan saturasi tanpa mereka sadari, kondisi ini disebut dengan happy hypoxia.
Saturasi sendiri merupakan nilai yang menunjukan besarnya kadar oksigen di dalam darah. Nilai ini berpengaruh terhadap berbagai fungsi organ dan jaringan tubuh. Para penderita Covid-19 yang sedang melakukan isoman di rumah dapat memantau kadar oksigen dalam darah tersebut dengan menggunakan alat yang bernama pulse oximetry atau oksimeter.
Alat ini mudah digunakan, non invasif, cepat karena mampu menilai keutuhan penyaluran oksigen mulai dari sumbernya sampai ke jaringan, memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, sederhana, mudah didapat dan harganya pun relatif murah.
Bagi pasien penderita Covid-19 yang sedang melakukan isoman di rumah sangat dianjurkan untuk mengukur nilai saturasi oksigennya sebanyak 3 kali sehari yaitu pada pagi, siang dan malam hari kecuali jika pasien penderita Covid-19 tersebut merasakan ada perubahan pada kesehatannya, maka mereka dapat melakukan pengukuran saturasi segera.
Mengukur kadar oksigen dalam darah dengan menggunakan pulse oximetry atau oksimeter memang terlihat mudah namun juga perlu diperhatikan dalam menggunakan dan membaca hasil pengukuran dari pulse oximetry atau oksimeter tersebut agar hasil yang didapatkan menjadi akurat.
Menurut dr. Fery Ferdiansyah kepala Puskesmas Tanah Tinggi, “penggunaan oksimeter dipakai disalah satu jari tangan, namun yang harus diperhatikan adalah posisi /gerakan tangan pada saat pemakaian harus tepat, selain itu yang mempengaruhi adalah cahaya ruangan, pewarna kuku dan pastinya baterai oksimeter itu sendiri”.
Untuk membaca hasil saturasi oksigen dengan menggunakan oksimeter dr. Fery menjelaskan “jika nilai oksimeter di atas 95% itu termasuk bagus, kalau di bawah 95% sampai 93% itu disarankan pasien penderita Covid-19 untuk melakukan proning atau berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen, kalau nilai oksimeter di bawah 92% perlu perawatan dokter atau rumah sakit, dan kalau di bawah 80% perlu untuk menggunakan ventilator di rumah sakit”.
Biasanya para pasien Covid-19 yang memiliki nilai saturasi oksigen rendah akan mengalami berbagai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, batuk, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dan kulit membiru.
Jika pasien penderita Covid-19 yang sedang melakukan isoman di rumah mendapati nilai saturasi oksigennya rendah, diharapkan tetap tenang, tidak usah panik lakukan lakukan langkah-langkah di atas dan segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air dari Sungai Cisadane masih aman hingga beberapa bulan ke depan saat musim kemarau ekstrem.
Seorang tahanan Polresta Tangerang berinsial SW, 49, tewas setelah nekat gantung diri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu 26 Juli 2026, lalu.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews