Connect With Us

Tata Kelola Sumber Energi Dalam Sistem Islam

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 13 November 2021 | 16:52

Ayu Mela Yulianti, Pemerhati Generasi. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

Penulis : Ayu Mela Yulianti, SPt. Pemerhati Generasi dan Kebijakan Publik.

TANGERANGNEWS.com-Energi adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Sebab adanya energi, kehidupan bergerak dan dinamis. Sumber energi dalam jumlah sedikit, bisa dan boleh dikelola secara individual. Namun energi dalam jumlah besar tidak bisa dikelola secara individual, tapi harus dikelola secara berkelompok, tentu hasilnya untuk kemaslahatan kelompok pengelola tersebut. 

Namun jika sumber energi tersebut ada dalam jumlah yang sangat besar dan ketersediaannya tidak terputus, mengalir terus menerus, maka sumber energi tersebut statusnya menjadi milik umum atau milik masyarakat yang pengelolaannya diserahkan atau diwakilkan pada negara, tidak boleh dimiliki oleh individu ataupun kelompok.

Pengelolaan sumber energi milik umum atau masyarakat oleh negara mengambil prinsip pengelolaan yang efektif dan efisien juga ramah lingkungan, sehingga pengelolaan energi milik umum akan terjaga keberlangsungannya, sebab tidak ada unsur eksploitasi. Dikelola oleh negara untuk kemudian hasil pengelolaannya dimanfaatkan bagi kepentingan hidup masyarakat sebagai pemiliknya, sehingga sangat mungkin masyarakat memperoleh sumber energi dengan harga murah bahkan gratis.

Karenanya, konsep pengelolaan sumber energi milik umum atau masyarakat ini diatur berdasarkan hukum syariat. Berdasarkan halal haram berdasarkan penunaian hak dan kewajiban, bukan berdasarkan orientasi untung rugi materi duniawi semata.

Pengelolaan sumber energi milik umum akan dilakukan secara efisien sehingga jauh dari nilai eksploitasi yang bersandar pada raihan keuntungan maksimal yang ingin diperoleh. Diproduksi sesuai kebutuhan masyarakat dan negara yang berfungsi sebagai pengurus urusan masyarakat dalam segala aspek kehidupan, ekonomi, sosial, budaya, politik hingga pertahanan dan keamanan.

Ahli-ahli pengelola sumber energi milik umum atau masyarakat ini pun berasal dari lulusan perguruan tinggi dalam negeri. Jika pun harus mengontrak tenaga ahli dari luar negeri statusnya hanyalah sebagai tenaga kontrak profesional yang akan diupah dengan sejumlah upah sesuai kesepakatan yang dibuat. Namun jumlahnya pun tidak akan melebihi jumlah tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri. 

Para tenaga ahli pengelola sumber energi milik umum atau masyarakat ini akan bekerja secara profesional sesuai keahliannya untuk melaksanakan sebaik-baiknya proses pengelolaan, sehingga dihasilkan hasil produksi energi yang memadai memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dan negara. Sebab, proiritas utama pengelolaan sumber energi dalam Islam adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dalam negeri, bukan tujuan ekspor keluar negeri dengan mengabaikan kebutuhan rakyat dalam negeri.

Gaji atau upah yang akan diberikan pada para tenaga ahli pun diambil dari hasil pengelolaan sumber energi milik umum tersebut dan masuk menjadi bagian dari biaya operasional tetap pengelolaan sumber energi dalam bentuk perusahaan milik umum yang dikelola negara, yang konsep pergerakan perusahaannya adalah non komersil dalam arti bukan untuk sebesar-besar mendapatkan keuntungan, namun untuk sebesar-besar memenuhi kebutuhan dan kemaslahatan hidup masyarakat dalam negeri. Hingga kebaikan dan kesejahteraan masyarakat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Negara dilarang melakukan penjualan aset milik umum atau masyarakat, berupa sumber energi kepada pihak swasta apalagi asing, dalam bentuk apapun. Sebab, syariat melarangnya, sehingga ketika sumber energi tersebut seratus persen dimiliki dan dikelola negara dengan tata kelola sesuai dengan hukum syariat, negara akan terhindar dari berbagai mancam spekulasi ekonomi yang bisa menjerat negara menjual aset, sehingga dikuasai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang diharamkan penguasaannya oleh syariat.

Kepala negara menjadi wakil masyarakat dalam mengelola aset milik masyarakat. Segala hasil pengelolaan diserahkan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang mudah, tidak sulit, tidak rumit, malah cenderung memudahkan dan melapangkan kehidupan masyarakat. Sebab, besarnya subsidi langsung yang diterima masyarakat dalam segala aspek kehidupan, sebagai hasil dari pengelolaan sumber energi milik umum atau masyarakat oleh negara.

Sehingga sangat memungkinkan terjadinya kemudahan hidup bagi seluruh warga masyarakat sebab subsidi yang dihasilkan dari hasil pengelolaan sumber energii miliknya. Dalam bidang pendidikan, keamanan, kesehatan, sandang, pangan, papan. Sehingga menjadi hal yang sangat memungkinkan pula untuk menggratiskan biaya pendidikan, kesehatan, keamanan bagi seluruh warga masyarakat tanpa kecuali, sebab benarnya tata kelola sumber energi ini, yaitu sesuai tuntunan syariat.

Sumber energi milik publik yang tidak boleh dikuasai individu ataupun sekelompok elite kapitalis adalah barang tambang dan energi, gunung, segala jenis sumber air dan mata air, danau, lautan, dan segala hal yang dikandungnya udara, dan yang sejenisnya, yang ada dalam jumlah sangat besar dan tidak terbatas ketersediaannya. Syariat telah menetapkan keharaman penguasaan aset publik oleh individu atau sekelompok elite kaum kapitalis dengan keharaman yang nyata.

Hikmahnya adalah saat seluruh sumber energi tersebut dikelola dengan benar menurut sistem Islam yang menerapkan syariat Islam kaffah maka Bumi akan terjaga keseimbangannya dan ketersediaanya. Tidak akan terjadi efek rumah kaca. Tidak akan terjadi pencemaran tanah dan udara, dan tidak akan terjadi pemanasan global, tidak akan terjadi kerusakan lingkungan. Sebab, tata kelola sumber energi tersebut ramah lingkungan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tidak berlebih-lebihan. Tidak eksploitatif.

Sebab, syariat telah melarang manusia melakukan kerusakan di muka Bumi dengan aktivitas eksploitasi besar-besaran tak bertanggung jawab. Juga syariat telah menetapkan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan segala sesuatu juga berlaku dan berbuat adil dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal pengelolaan sumber energi milik umum atau masyarakat atau publik ini.

Wallahualam.

TagsOpini
KAB. TANGERANG
Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:27

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akhirnya padam, setelah petugas pemadam berjibaku memadamkan api selama 10 hari sejak Selasa 30 Juni 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:45

Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill