Connect With Us

Kombinasi Hujan dan Truk ODOL Jadi Penyebab Jalan Tol Rusak, Jasa Marga Kebut Perbaikan Jelang Lebaran

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:19

PT Jasa Marga melakukan perbaikan ruas jalan tol yang dikelolanya. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-PT Jasa Marga (Persero) menjelaskan penyebab kerusakan parah yang terjadi pada ruas jalan tol yang dikelolanya. Termasuk kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang hingga sempat disorot DPR RI Komisi V.

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi curah hujan tinggi yang berlangsung secara terus-menerus berpotensi memicu gangguan pada perkerasan jalan.

Kondisi tersebut dikombinasikan oleh tingginya beban lalu lintas seperti kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL), yang dapat mempercepat terjadinya kerusakan pada permukaan jalan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode libur Hari Raya Idulfitri 2026 kondisi cuaca secara umum diperkirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi jalan tol secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perkerasan di sejumlah jalan tol Jasa Marga Group.

Permohonan maaf juga ditujukan kepada pengguna jalan yang perjalanannya terdampak akibat sejumlah pekerjaan preservasi yang tengah dilakukan untuk perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.

“Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan preservasi sehingga keamanan, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol tetap terjaga, terutama dalam menghadapi lonjakan volume lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Rivan, Jumat 13 Maret 2026.

Pekerjaan preservasi tersebut dilaksanakan dalam Pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari pemenuhan standar pelayanan maksimal (SPM).

Melalui upaya tersebut, Jasa Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan jalan tol guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengendara sebagai prioritas utama.

“Untuk itu, proses preservasi ini kami lakukan secara masif dan terkoordinasi agar setiap ruas tol berada pada level layanan prima. Dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, Sekali lagi kami mohon maaf kepada pengguna jalan,” ujar Rivan.

Secara teknis, pekerjaan preservasi meliputi scraping, filling, dan overlay (SFO) untuk memulihkan kualitas permukaan jalan, penanganan cepat terhadap lubang (patching), serta penguatan struktur perkerasan pada titik-titik yang terdampak beban kendaraan ODOL.

Selain itu, Jasa Marga juga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase guna mencegah genangan akibat curah hujan tinggi yang berpotensi mempercepat degradasi konstruksi jalan.

Tidak hanya berfokus pada perkerasan, kegiatan preservasi juga meliputi pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, pemeliharaan rambu dan penerangan jalan umum (PJU).

Preservasi dilakukan dengan pendekatan proaktif, preventif, dan rutin. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga keandalan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna jalan.

Selain itu, sebagai bagian dari peningkatan layanan pada periode Lebaran 2026, Jasa Marga menambah kesiapan tim siaga dan infrastruktur pendukung secara signifikan.

Tim perkerasan jalan dan jembatan ditingkatkan menjadi 67 tim, tim ruang milik jalan (rumija) dan drainase sebanyak 222 tim, serta tim siaga sebanyak 71 tim.

Perseroan juga menyiapkan 9,3 ribu zak material coldmix untuk penanganan cepat, 209 unit pompa, serta 14 titik Early Warning System (EWS) genangan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Untuk menjaga kondisi perkerasan tetap dalam kategori baik, Jasa Marga akan melaksanakan metode perbaikan secara struktural melalui pekerjaan SFO dan rekonstruksi pada seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group.

Selain itu, Perseroan juga melakukan patching permanen pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera guna memastikan kualitas perkerasan tetap optimal dan berkelanjutan.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

Mayoritas pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari dengan pembatasan hanya satu lajur, serta dilengkapi rambu peringatan dan perangkat pengamanan di lokasi pekerjaan.

Petugas patroli dan unit derek disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Seluruh kegiatan preservasi dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta berkoordinasi dengan Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan para pemangku kepentingan terkait. Informasi rekayasa lalu lintas dan perkembangan kondisi jalan juga disampaikan secara real time melalui media sosial resmi Jasa Marga, Call Center 133, dan aplikasi Travoy,” tutup Rivan.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Klaim Stok Pangan Aman Meski Sejumlah Harga Naik Jelang Lebaran

Pemkot Tangerang Klaim Stok Pangan Aman Meski Sejumlah Harga Naik Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:11

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bersama tim terpadu melakukan pemantauan pasokan dan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional.

BISNIS
Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Senin, 9 Maret 2026 | 21:57

Momentum Ramadan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan tren data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama periode Ramadan

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill