Connect With Us

Niat Resign, Pegawai Bank Keliling di Tangerang Disekap dan Dipaksa Masturbasi oleh Bosnya

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 3 Agustus 2026 | 18:48

TKP pegawai bank keliling dianiaya hingga dilecehkan bos dan rekan kerjanya di Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Seorang pria yang berprofesi pegawai bank keliling berinisial, PG, 25, menjadi korban penyekapan hingga penganiayaan yang dilakukan lima orang rekan kerjanya, di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

‎Menurut Kuasa Hukum Korban Risman Harefa peristiwa itu terjadi pada 28 Juli 2026. Bermula saat kliennya hendak mengajukan pengunduran diri dan menyerahkan inventaris milik kantor.

Bukannya mendapatkan persetujuan, korban justru disekap, dianiaya hingga dipaksa melakukan masturbasi. 

‎"Korban mengundurkan diri, menyampaikan kepada bosnya dan mengembalikan aset. Namun saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengkonsumsi minuman keras," ujar Risman saat mendatangi Mapolresta Tangerang, Senin 3 Agustus 2026.

‎Lebih lanjut, korbanpun diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh para terlapor yang tengah berada dalam pengaruh minuman keras. Berkat peristiwa tersebut, korbanpun mendapatkan luka hampir di sekujur tubuhnya. 

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan media, korban mengalami cidera ringan di bagian kepala dan masih memerlukan pemantauan. 

‎"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter. Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," jelasnya.

‎Risman mengungkapkan, korban juga diduga dipaksa masturbasi lantaran diancam menggunakan senjata tajam. Ia menjelaskan, aksi tersebut pun direkam oleh pelaku yang menyebabkan videonya beredar di sosial media. 

‎Kemudian, setelah para terduga pelaku tertidur lantaran efek meminum minuman keras, korban akhirnya berhasil melarikan diri. 

‎"Karena mereka sudah mabuk dan ketiduran, korban berhasil melarikan diri lewat celah jendela," tambahnya.

‎Ia menuturkan, lokasi peristiwa tersebut merupakan sebuah rumah yang  juga difungsikan sebagai kantor tempat korban bekerja sehari-hari. 

‎Korban kini telah meninggalkan RSUD Balaraja untuk rawat jalan, tetapi kesehatan fisiknya masih belum membaik sepenuhnya.

‎"Masih ada bekas pemukulan di mata, leher, dan bagian tubuh lainnya. Belum sembuh total," tuturnya. 

‎Risman mengatakan Satreskrim Polresta Tangerang kini tengah menangani kasus tersebut. Ia pun mendesak agar polisi mengusut tuntas dan menghukum pelaku sesuai regulasi.

‎"Kami berharap klien kami mendapat keadilan. Karena selain dikeroyok, korban juga ditelanjangi dan dipaksa melakukan hal yang tidak senonoh," harapnya.

‎Di sisi lain, Kasie Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Leksono mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan sang korban.

‎"Kita pastinya akan menyelidiki, mendalami motif sebenarnya. Saat ini kita masih berproses," kata Tri.

BANTEN
Pemprov Banten Genjot Sektor Strategis, Realisasi Investasi Pertengahan 2026 Capai Rp66,3 Triliun

Pemprov Banten Genjot Sektor Strategis, Realisasi Investasi Pertengahan 2026 Capai Rp66,3 Triliun

Senin, 3 Agustus 2026 | 19:14

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target nasional dan mengantarkan provinsi ini ke peringkat empat nasional.

TANGSEL
Cegah ASN Lakukan Fraud, Pemkot Tangsel Perkuat Transparansi Lewat NGORBIT

Cegah ASN Lakukan Fraud, Pemkot Tangsel Perkuat Transparansi Lewat NGORBIT

Senin, 3 Agustus 2026 | 18:30

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan internal dan tata kelola birokrasi guna mencegah potensi kecurangan (fraud) di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill