Connect With Us

Budaya Pernikahan Karena Hamil di Luar Nikah

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 22 Mei 2022 | 20:50

Muhammad Fadly Darwis, Mahasiswa Universitas Yuppentek Indonesia (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Muhammad Fadly Darwis, Mahasiswa Universitas Yuppentek Indonesia

Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat sakral untuk dilakukan, Pernikahan dilakukan untuk mengikat janji dari seorang laki-laki dan  perempuan untuk hidup bersama dan saling melengkapi satu sama lain. Bahkan dalam islam pun saat seorang laki-laki mengucapkan ijab qabul, tandanya dia rela dan ikhlas untuk menanggung semua dosa dia (mempelai perempuan) dari orangtuanya, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan salat. Begitulah arti dari ijab qabul yang dilakukan oleh seorang mempelai pria kepada wali dari mempelai wanita tersebut.

Dalam beberapa kasus, ada juga pernikahan yang bisa dibilang tidak diinginkan. Pernikahan tersebut bisa terjadi karena perjodohan yang tidak dikehendaki oleh mempelai pria dan wanita, dan hamil di luar nikah.

Kasus hamil di luar nikah makin marak terjadi dikarenakan kurangnya Seks Edukasi dan Pergaulan Bebas. Durex Indonesia menyatakan bahwa 84% Remaja di Indonesia dari umur 12 sampai dengan 17 tahun masih belum mendapatkan Seks Edukasi yang baik dan benar.

Kehamilan yang tidak diinginkan ini cenderung diartikan sebagai aib keluarga dihadapan masyarakat. Karena itu banyak keluarga yang memilih jalan untuk langsung menikahkan kedua pasangan tersebut dengan alasan untuk bertanggung jawab. Padahal pernikahan tersebut justru akan menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Ketidaksiapan seseorang menjadi masalah baru untuk masuk ke kehidupan rumah tangganya, Kadang seorang yang dinikahkan karena hamil diluar nikah tersebut masih belum siap secara finasial dan belum siap untuk bertanggung jawab untuk menjadi kepala keluarga karena dalam pikirannya masih ada keinginan untuk bermain main dahulu. Masalah tersebut menyebabkan pernikahan yang disebabkan karena kehamilan diluar nikah.

Begitu pentingnya seks edukasi bagi anak anak dibawah umur, Seks Edukasi tidak harus diberikan saat memasuki masa usia pubertas. Jangan sampai pernikahan karena kehamilan diluar nikah terus terjadi karena hal tersebut banyak memberikan dampak negatifnya. Benarkah perkawinan diluar karena hamil diluar nikah dapet menyelesaikan masalah?

KOTA TANGERANG
Abu Vulkanik Mereda, Siswa di Tangerang Kembali Belajar Normal Mulai Senin

Abu Vulkanik Mereda, Siswa di Tangerang Kembali Belajar Normal Mulai Senin

Senin, 14 September 2026 | 00:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya kembali memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Senin, 14 September 2026.

SPORT
Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Senin, 14 September 2026 | 11:09

PT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

Sabtu, 12 September 2026 | 17:34

Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan sebanyak 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program Makan Bergisi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill